Memahami Makna Hijrah Sesuai Ajaran Rasulullah
Lusi mahgriefie
Kamis, 27 Juni 2024 - 14:00 WIB
ilustrasi
Hijrah secara umum dapat diartikan sebagai meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran menuju hal yang dicintai Allah Swt. Banyak orang ingin berhijrah namun ada baiknya memahami terlebih dahulu tentang hijrah yang diajarkan Rasulullah Saw.
Seperti tercantum dalam surat an-Nisaa ayat 100, diterjemahkan:
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah maka niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya lalu kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju) maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Baca juga:5 Keutamaan Baca Surah Yasin, Dosa-Dosa Diampuni hingga Dimudahkan Urusan
Dikatakan Ustadz Weemar Aditya dalam buku Aku dan Hijrah karya Lia Yogiantoro, “hijrah artinya meninggalkan dalam hal ini bukan karena membenci, melainkan karena ingin menuju sesuatu yang lebih baik, dari kegelapan menuju cahaya, dari cinta pada kemaksiatan menuju cinta pada ketaatan, dari sempitnya dunia menuju luasnya akhirat, dan dari jauhnya diri dengan Allah Swt menuju kedekatan dengan Allah Swt.”
Hal serupa disampaikan Ustadzah Aini Aryani, “Hijrah adalah berpindah dari satu tempat tidak baik menuju tempat yang lebih baik, atau berpindah dari hal-hal yang Allah Swt larang menuju pada hal-hal yang Allah Swt ridhai. Sejatinya hijrah adalah salah satu cerminan dari tobat, dan hamba terbaik adalah dia yang segera datang kepada Allah Swt lalu menyesali perbuatannya apabila berbuat dosa.”
Modal utama dalam berhijrah adalah iman kepada Allah Swt dan saat ini fenomena hijrah menjadi sebuah arus dan bahkan terjadi secara masif. Bisa dilihat banyaknya majelis taklim yang tersebar dimana-mana dibanding sebelumnya.
Seperti tercantum dalam surat an-Nisaa ayat 100, diterjemahkan:
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah maka niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya lalu kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju) maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Baca juga:5 Keutamaan Baca Surah Yasin, Dosa-Dosa Diampuni hingga Dimudahkan Urusan
Dikatakan Ustadz Weemar Aditya dalam buku Aku dan Hijrah karya Lia Yogiantoro, “hijrah artinya meninggalkan dalam hal ini bukan karena membenci, melainkan karena ingin menuju sesuatu yang lebih baik, dari kegelapan menuju cahaya, dari cinta pada kemaksiatan menuju cinta pada ketaatan, dari sempitnya dunia menuju luasnya akhirat, dan dari jauhnya diri dengan Allah Swt menuju kedekatan dengan Allah Swt.”
Hal serupa disampaikan Ustadzah Aini Aryani, “Hijrah adalah berpindah dari satu tempat tidak baik menuju tempat yang lebih baik, atau berpindah dari hal-hal yang Allah Swt larang menuju pada hal-hal yang Allah Swt ridhai. Sejatinya hijrah adalah salah satu cerminan dari tobat, dan hamba terbaik adalah dia yang segera datang kepada Allah Swt lalu menyesali perbuatannya apabila berbuat dosa.”
Modal utama dalam berhijrah adalah iman kepada Allah Swt dan saat ini fenomena hijrah menjadi sebuah arus dan bahkan terjadi secara masif. Bisa dilihat banyaknya majelis taklim yang tersebar dimana-mana dibanding sebelumnya.