Wanita Karir di Masa Rasulullah
Muhajirin
Jum'at, 10 Desember 2021 - 09:29 WIB
Ilustrasi perempuan di kebun kurma (foto: langit7.id/istock)
Islam sering dianggap sebagian orang terbelakang karena mengekang hak wanita untuk berkarir di ruang publik. Namun ternyata tidak demikian. Sebab Islam memberi ruang yang luas bagi wanita untuk berkarya.
Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI), Ustadz Asep Sobari, menjelaskan para shahabiyah (sahabat perempuan) Rasulullah SAW memiliki karir utama yakni mendidik generasi Islam. Mereka menjadikan rumah sebagai basis pendidikan, bukan hanya tempat tinggal semata. Selain itu tak sedikit pula yang memiliki pekerjaan di ruang publik.
Ustadz Sobari berangkat dari surah Al-Ahzab ayat 33-34. Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu).”
Baca Juga: Kisah: Reaksi Sahabat Nabi Ketika Kiblat Dipindah ke Masjidil Haram
Menurutnya, ayat itu sebenarnya diprioritaskan kepada para istri nabi agar tidak keluar rumah, kecuali darurat. Namun, ada hal menarik pada ayat 34. Allah meminta mereka mengingat atau menyampaikan ayat-ayat Allah dan hikmah.
“Rumah menjadi basis akhlak, adab dan dalam waktu yang bersamaan menjadi basis pendidikan, bukan hanya untuk keluarga tapi juga bagi semua orang. Saat peralihan dari jahiliyyah ke Islam, yang mengajarkan wanita tidaklah banyak sehingga Rasulullah sangat mendorong mereka agar mencintai ilmu, dan kelak hasilnya luar biasa,” kata Asep Sobari, dikutip laman resmi SCI, Kamis (9/12/2021).
Pendiri Sirah Community Indonesia (SCI), Ustadz Asep Sobari, menjelaskan para shahabiyah (sahabat perempuan) Rasulullah SAW memiliki karir utama yakni mendidik generasi Islam. Mereka menjadikan rumah sebagai basis pendidikan, bukan hanya tempat tinggal semata. Selain itu tak sedikit pula yang memiliki pekerjaan di ruang publik.
Ustadz Sobari berangkat dari surah Al-Ahzab ayat 33-34. Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu).”
Baca Juga: Kisah: Reaksi Sahabat Nabi Ketika Kiblat Dipindah ke Masjidil Haram
Menurutnya, ayat itu sebenarnya diprioritaskan kepada para istri nabi agar tidak keluar rumah, kecuali darurat. Namun, ada hal menarik pada ayat 34. Allah meminta mereka mengingat atau menyampaikan ayat-ayat Allah dan hikmah.
“Rumah menjadi basis akhlak, adab dan dalam waktu yang bersamaan menjadi basis pendidikan, bukan hanya untuk keluarga tapi juga bagi semua orang. Saat peralihan dari jahiliyyah ke Islam, yang mengajarkan wanita tidaklah banyak sehingga Rasulullah sangat mendorong mereka agar mencintai ilmu, dan kelak hasilnya luar biasa,” kata Asep Sobari, dikutip laman resmi SCI, Kamis (9/12/2021).