LANGIT7.ID, Jakarta - Ka’bah di Masjidil Haram Makkah merupakan kiblat umat Islam dalam menunaikan ibadah shalat. Namun, sebelum Ka’bah menjadi kiblat, umat Islam shalat menghadap Masjidil Aqsha di Yerussalem, Palestina.
Perubahan arah kiblat terjadi pada bulan Sya’ban. Sebelum terjadinya perpindahan kiblat, Rasulullah selalu mendongak ke atas, seolah menunggu wahyu Allah agar arah kiblat dipindahkan ke Ka'bah di Masjidil Haram.
Salah satu alasan yang disebutkan mufassir (ulama ahli tafsir) adalah Rasulullah tidak nyaman bila kiblat shalat umat Islam sama dengan kaum Yahudi. Rasulullah pun akhirnya mengambil posisi shalat sedemikian rupa sehingga tidak membelakangi Ka’bah dengan wajah yang menghadap Masjid Al Aqsha.
Baca Juga: Imam Besar Istiqlal: Penegakan Hukum Bagian dari Meneladani RasulKisah perpindahan kiblat ini sebagaimana ditetapkan Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 144:
قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُۥ ۗ وَإِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
Arti: Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.
Baca Juga: Gambaran Fisik Rasulullah, Parasnya Tak Bisa Ditiru oleh SetanAda peristiwa menarik yang terjadi di kalangan sahabat saat ayat tentang pemindahan kiblat ini turun kepada Nabi Muhammad. Sebelum Allah menurunkan ayat ini, kaum muslimin menjalani shalat menghadap Masjidil Aqsa di Palestina selama 16 bulan.
Dari Umarah bin Aus radiallahu anhu, ia mengisahkan, suatu hari para sahabat sedang shalat Ashar berkiblat ke Masjidil Aqsha. Ketika sedang rukuk, tiba-tiba seorang pria berteriak di dekat pintu masjid, “Wahai suadara-saudara sekalian! Kiblat telah berubah…! Kiblat telah berubah…! Baru saja turun wahyu yang memerintahkan kita menghadap Ka’bah.”
Suara itu mengagetkan jamaah yang sedang shalat. Seketika saja saat itu juga para sahabat yang sedang shalat segera membelokkan badan ke arah Ka’bah dalam keadaan rukuk.
Baca Juga: Sosok Utsman bin Affan, 4 Kelebihan Sahabat yang Diangkat Jadi KhalifahBaca Juga: 3 Kisah Pemimpin Dzalim yang Diazab Allah SWT(zhd)