LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sedekah dalam Islam hukumnya adalah sunnah atau dianjurkan, di mana bagi yang mengerjakan akan diganjar pahala juga kebaikan. Namun, bila tidak diamalkan tidak mendatangkan dosa.
Hanya saja hukum sedekah berubah menjadi wajib bila seorang Muslim dianggap mampu dan berkecukupan.
Sedekah merupakan amalan yang dicintai Allah Ta'ala. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 271 yang berbunyi,
اِنۡ تُبۡدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِىَۚ وَاِنۡ تُخۡفُوۡهَا وَ تُؤۡتُوۡهَا الۡفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيۡرٌ لَّكُمۡؕ وَيُكَفِّرُ عَنۡكُمۡ مِّنۡ سَيِّاٰتِكُمۡؕ وَاللّٰهُ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ خَبِيۡرٌ
Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Baqarah: 271).
Baca juga:
Bolehkah Orang yang Berkurban Memotong Kuku & Rambut? Ini HukumnyaDalam perjuangannya, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dikelilingi oleh banyak sahabat. Dari jumlah banyak itu ada sedikit sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal kaya raya dan gemar menyedekahkan hartanya untuk fakir miskin.
1. Abdurrahman bin Auf
Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat paling kaya yang mudah meneteskan air mata, dermawan juga pemurah pada fakir miskin.
Abdurrahman bin Auf merupakan orang kedelapan yang masuk Islam. Ia dikenal sebagai pebisnis handal. Bermula dari tidak punya apa-apa hingga kepiawaiannya berbisnis membuatnya jadi saudagar kaya raya.
Beliau wafat di usia 72 tahun dengan meninggalkan harta kekayaan berupa 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3.000 ekor kambing. Mengutip laman Dewan Syariah Nasional MUI, dalam asumsi Ibn Hajar, al-Fath, juz 14, hal. 448, total aset kekayaan saat beliau wafat adalah 3,2 juta dinar atau saat ini setara dengan Rp6,2 miliar.
Sebelum meninggal, Abdurrahman bin Auf berwasiat memberikan 400 dinar untuk 100 prajurit Perang Badar yang masih hidup. Total nilai wasiat menjadi 400 Dinar x 100 = 40.000 Dinar atau setara Rp77,6 miliar.
Baca juga:
Pengajian Warga Indonesia di Inggris: Silaturahmi, Belajar dan Kuliner2. Az-Zubair bin Awwam
Dalam buku Ensiklopedi Sahabat oleh Ibnu Al Jauzi, namanya adalah Abdillah Az-Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab. Ibunya bernama Shafiyah binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah.
Oleh al-Bukhari (al-Jami’ al-Shahih li al-Bukhariy, juz 3, hal. 1137), az-Zubayr RA wafat meninggalkan harta berupa aset tidak bergerak, di antaranya adalah sebuah rimba belantara, 11 rumah di Madinah, 2 rumah di Bashrah, dan 2 rumah lagi yang masing-masing berada di Kufah, Irak dan di Mesir.
Total nilai kekayaan az-Zubair bin Awwam, termasuk yang diwasiatkannya kepada para cucu adalah 57.600.000 dirham atau setara Rp3,5 miliar.
Zubair selalu meinginfakkan hartanya di jalan Allah. Az-Zubair memiliki 1000 macam kekayaan yang dikeluarkan untuk berperang, dan tidak ada uang satu dirham pun yang masuk ke rumahnya.
3. Utsman bin Affan
Sahabat nabi, Utsman bin Affan dikenal sebagai pedagang yang sukses. Belia membagi hasil bisnisnya menjadi tiga pembagian, yaitu sepertiga untuk pribadi dan nafkah keluarga, sepertiga untuk diputar dan bisnis, dan sepertiga lagi untuk sedekah.
Dalam Ibn Katsir, al-Bidayah wa an-Nihayah, disebutkan total kekayaan Utsman bin Affan sebesar Rp2,5 triliun. Namun, perhitungan tersebut bisa jadi lebih kecil karena beberapa aset dan sedekah Utsman bin Affan seperti pembelian sumur wakaf, hibah 950 unta untuk Perang Tabuk, dan aset lainnya yang sangat banyak.
4. Thalhah bin Ubaidillah
Thalhah bin Ubaidillah adalah sahabat Rasulullah yang bergelut di bidang perdagangan. Walau masih muda, Thalhah bin Ubaidillah dikenal dengan strategi berdagangnya yang cerdik dan pintar hingga mengalahkan pedagang yang lebih tua.
Nilai kekayaan saat wafat Rp542.100.500.000. Ibn Sa'd dalam al-Thabaqat al-Kubra, disebutkan jumlah total kekayaan Thalhah bin Ubaidillah sebesar Rp1.845.690.000.000.
Thalhah bin Ubaydillah mendapat banyak gelar dari Rasulullah SAW karena keistimewaannya, yaitu Thalhah Al-Khair (Thalhah yang baik), Thalhah Al-Fayyadh (Thalhah yang murah hati), dan Thalhah Al-Jud (Thalhah yang dermawan).
Julukan tersebut sebagai bukti bahwa Thalhah bin Ubaidillah adalah sosok yang benar-benar dermawan dan gemar menginfakkan harta yang dimilikinya di jalan Allah.
5. Sa'ad bin Abi Waqqash
Sahabat nabi, Sa’ad bin Abi Waqqas, dikenal sebagai seorang yang sangat kaya. Harta kekayaannya didapat dari bisnis perdagangan. Meski dikenal tajir melintir namun Sa'ad tak pernah flexing atau pamer harta.
Sa’ad memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Dia menjadi satu dari 10 orang yang dijamin Rasulullah SAW masuk surga, berkat jasa-jasanya dalam memperjuangkan Islam
(ori)