Gus Miftah: Meski Dinomorduakan, Pesantren Lebih Unggul dalam Pendidikan Akhlak
Muhajirin
Kamis, 16 Desember 2021 - 17:16 WIB
Miftah Maulana Habiburrohman atau akrab disapa Gus Miftah (foto: Wikipedia)
Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah, menguraikan salah satu penyebab pesantren masih menjadi pilihan kedua bagi orang tua saat memilihkan pendidikan untuk anak, sebab mayoritas masyarakat masih memiliki pemikiran yang kurang baik tentang pesantren.
“Banyak yang berpikir masa depan tidak jelas bagi anak yang disekolahkan di pesantren. Sekolah umum harus lanjut perguruan tinggi, dapat ijazah lalu kerja. Ini dipengaruhi pikiran materialisme,” kata Gus Miftah melalui kanal youtube Semarang Berdakwah, dikutip Kamis (15/12/2021).
Padahal, kata dia, pesantren merupakan lembaga pendidikan paling terdepan dalam pendidikanakhlak anak. Santri berada dalam nuansa pendidikan selama 24 jam. Setiap aktivitas memiliki keterikatan kuat dengan pendidikan akhlak.
“Jangan sampai pandangan miring kita terhadap pesantren menjadikan kita tidak mau memondokkan anak di pesantren,” kata Gus Miftah.
Baca Juga:Gus Baha Sebut Santri Bisa Didik Profesor tapi Profesor Banyak Kesulitan Tanamkan Akhlak
Dia mengaku memiliki kawan yang berprofesi sebagai salah satu petinggi kepolisian. Polisi yang berpangkat jenderal itu merupakan lulusan pesantren. Di setiap kegiatan dan keseharian polisi tersebut selalu menunjukkan akhlak yang baik dan menjadi teladan.
“Saya kenal salah satu petinggi polisi, dia pernah mengatakan, ‘kalau ada panggilan rapat dari siapapun, ketika adzan dikumandangkan saya pasti tinggalkan rapat itu’. Saya Tanya, ‘kenapa jenderal?’ ‘Karena panggilan tertinggi adalah panggilan Allah’,” ucap Gus Miftah menceritakan.
“Banyak yang berpikir masa depan tidak jelas bagi anak yang disekolahkan di pesantren. Sekolah umum harus lanjut perguruan tinggi, dapat ijazah lalu kerja. Ini dipengaruhi pikiran materialisme,” kata Gus Miftah melalui kanal youtube Semarang Berdakwah, dikutip Kamis (15/12/2021).
Padahal, kata dia, pesantren merupakan lembaga pendidikan paling terdepan dalam pendidikanakhlak anak. Santri berada dalam nuansa pendidikan selama 24 jam. Setiap aktivitas memiliki keterikatan kuat dengan pendidikan akhlak.
“Jangan sampai pandangan miring kita terhadap pesantren menjadikan kita tidak mau memondokkan anak di pesantren,” kata Gus Miftah.
Baca Juga:Gus Baha Sebut Santri Bisa Didik Profesor tapi Profesor Banyak Kesulitan Tanamkan Akhlak
Dia mengaku memiliki kawan yang berprofesi sebagai salah satu petinggi kepolisian. Polisi yang berpangkat jenderal itu merupakan lulusan pesantren. Di setiap kegiatan dan keseharian polisi tersebut selalu menunjukkan akhlak yang baik dan menjadi teladan.
“Saya kenal salah satu petinggi polisi, dia pernah mengatakan, ‘kalau ada panggilan rapat dari siapapun, ketika adzan dikumandangkan saya pasti tinggalkan rapat itu’. Saya Tanya, ‘kenapa jenderal?’ ‘Karena panggilan tertinggi adalah panggilan Allah’,” ucap Gus Miftah menceritakan.