Filsafat Pendidikan
Pendidikan Hanya Jadi Jembatan untuk Mencari Uang, Ini Kata Kiai Profesor dari Gontor
Muhajirin
Kamis, 30 Desember 2021 - 05:02 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dewasa ini, tujuan dari pendidikan bergeser dari cara pandang Islam. Banyak orang menganggap pendidikan adalah jembatan untuk mencari materi. Hal ini terpengaruh dari cara pandang peradaban Barat yang materialistis.
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menguraikan akar dari materialisme di bidang pendidikan yang terjadi di tengah masyarakat. Dia menyebut ujung dari sekian banyak persoalan itu adalah masalah ilmu pengetahuan.
“Untuk apa anda mencari ilmu? Kalau ilmu hanya untuk mencari duit, itu anda akan menggunakan ilmu itu untuk segala macam tujuan yang tidak sesuai adab. Makanya, akar masalah yang sedang kita hadapi ini sesungguhnya terletak masalah di sekitar pengertian ilmu, jadi orang itu salah-salah mencari ilmu,” kata Hamid dikutip kanal YouTube Menuju Peradaban Islam, Senin (27/12/2021).
Mudah ditemui orang tua yang menyekolahkan anak dengan orientasi duniawi. Misalnya menguliahkan di Fakultas Kedokteran agar sang anak menjadi dokter dan menjadi kaya.
“Sekolahkan anak menjadi insinyur supaya nanti mendapat proyek pemerintah, dan kaya. Tapi tidak terpikir, ketika anaknya mendapat proyek pemerintah, anaknya nanti korupsi atau tidak. Tidak terpikir sama sekali,” ucapnya.
Tidak terbesit sama sekali bahwa ilmu harus sesuai syariah Islam. Akal pikiran orang tua diliputi oleh sifat dan tujuan ilmu yang salah. Mereka menganggap ilmu untuk materi.
Baca Juga:Rektor Unida Gontor: Rusaknya Ilmu karena Terpisah dari Iman
Rektor Universitas Darussalam (Unida) Gontor Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, menguraikan akar dari materialisme di bidang pendidikan yang terjadi di tengah masyarakat. Dia menyebut ujung dari sekian banyak persoalan itu adalah masalah ilmu pengetahuan.
“Untuk apa anda mencari ilmu? Kalau ilmu hanya untuk mencari duit, itu anda akan menggunakan ilmu itu untuk segala macam tujuan yang tidak sesuai adab. Makanya, akar masalah yang sedang kita hadapi ini sesungguhnya terletak masalah di sekitar pengertian ilmu, jadi orang itu salah-salah mencari ilmu,” kata Hamid dikutip kanal YouTube Menuju Peradaban Islam, Senin (27/12/2021).
Mudah ditemui orang tua yang menyekolahkan anak dengan orientasi duniawi. Misalnya menguliahkan di Fakultas Kedokteran agar sang anak menjadi dokter dan menjadi kaya.
“Sekolahkan anak menjadi insinyur supaya nanti mendapat proyek pemerintah, dan kaya. Tapi tidak terpikir, ketika anaknya mendapat proyek pemerintah, anaknya nanti korupsi atau tidak. Tidak terpikir sama sekali,” ucapnya.
Tidak terbesit sama sekali bahwa ilmu harus sesuai syariah Islam. Akal pikiran orang tua diliputi oleh sifat dan tujuan ilmu yang salah. Mereka menganggap ilmu untuk materi.
Baca Juga:Rektor Unida Gontor: Rusaknya Ilmu karena Terpisah dari Iman