Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Abu Nuwas atau Abu Nawas, Ahli Maksiat yang Bertaubat

Muhajirin Kamis, 13 Januari 2022 - 18:00 WIB
Abu Nuwas atau Abu Nawas, Ahli Maksiat yang Bertaubat
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Di telinga orang Indonesia, nama Abu Nawas sudah tak asing lagi. Dalam kumpulan kisah-kisah penuh hikmah, namanya kerap hadir sebagai penghias. Ia digambarkan sebagai orang yang gemar bersenda gurau dan cerdik.

Sebenarnya, ada distorsi sejarah mengenai keberadaan Abu Nawas ini. Pakar sejarah peradaban Islam, Ustadz Budi Ashari, mengatakan, nama dari Abu Nawas adalah Abu Nuwas.

Abu Nuwas merupakan penyair masyhur pada era Bani Abbasiyah dengan kehidupan hedonis seperti dikesankan dalam hikayat 1001 Malam (Alfu Lailatin wal Lailah). Abu Nuwas memang gemar meminum khamr, sampai-sampai dia menulis syair mengajak orang bermaksiat.

Dia pernah menulis syair tentang sensasi meminum khamr berjudul Khamriyyat. Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa Nihayah menyebut Abu Nuwas sebagai orang yang gemar bersenang-senang dengan banyak wanita dan dianggap sebagai orang zindiq.

Abu Nuwas juga hidup sezaman dengan Imam Syafi'i. "Imam Syafi'i sampai mengatakan, kalau bukan karena maksiatnya Abu Nuwas maka saya akan belajar pada dia," kata Budi Ashari, dikutip kanal YouTube ruslianor maika, Kamis (13/1/2022).

Namun, meski terjerumus dalam kubangan maksiat, Abu Nawas sempat menuntut ilmu agama, yakni ilmu Al-Qur'an, ilmu hadits, dan sastra Arab melalui sejumlah ulama. Itu yang membuat akhir hidup Abu Nuwas sangat indah.

Dalam satu riwayat, Imam Syafi'i sampai menangis saat melayat ke rumah Abu Nuwas. Dia datang saat Abu Nuwas meninggal, namun tidak mau menyolatkan. Saat akan dimandikan, orang-orang menemukan secarik kertas di lengan bajunya. Riwayat lain mengatakan di bawah tempat tidur.

Imam Syafi'i bertanya kepada istri Abu Nuwas, "Kapan dia menulis tulisan ini?"

"Tadi pagi," jawab istri Abu Nuwas.

"Tulisan inilah yang membuat ulama itu mau menyolatkan. Kita tidak pernah tau tentang kebaikan orang, kita tidak boleh menutup hidayah orang lain. Jika kita tidak tau hasil akhir kehidupan kita, apalagi hasil akhir kehidupan orang," kata Budi Ashari.

Isi dari secarik itu adalah sebuah syair yang berisi tentang pengakuan taubat Abu Nuwas. Bunyi syair itu yakni:

"Wahai Tuhanku, dosa-dosaku terlalu besar dan banyak, tapi aku tahu bahwa ampunan-Mu lebih besar. Jika hanya orang baik yang boleh berharap kepada-Mu, kepada siapa pelaku maksiat akan berlindung dan memohon ampunan?

Aku berdoa kepada-Mu, seperti yang Kau perintahkan, dengan segala kerendahan dan kehinaanku. Jika Kau tampik tanganku, lantas siapa yang memiliki kasih sayang? Hanya harapan yang ada padaku ketika aku berhubungan dengan-Mu dan keindahan ampunan-Mu dan aku pasrah setelah ini."

Setelah membaca syair ini, Imam Syafi'i menangis dan langsung menyolatkan jenazah Abu Nuwas.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)