LANGIT7.ID, Jakarta - Jaya Setiabudi, seorang pengusaha yang meraih sukses di usia muda. Dari sekian banyak perusahaan yang dibangunnya, yukbisnis.com adalah yang paling terkenal dan mendapatkan respon positif, khususnya bagi perintis usaha.
Yukbisnis.com (Yubi) merupakan sebuah sebuah website yang didirkan pada 2012. Yubi bergerak di bidang pembuatan platform toko online dan website, memberikan pelayanan mulai dari trafik hingga layanan pemenuhan pesanan.
Selain itu, Jaya juga memiliki banyak perusahaan lain yang bergerak di berbagai bidang. Dilansir goodreads.com, bisnisnya telah membentuk group usaha bernama Momentum Group.
Ada beberapa perusahaan yang bernaung di bawah Momentum Group. PT KS Technology - Batam, bergerak di bidang industial automation. PT Momentum Technology - Batam, distributor spare part dan sensor. PT Karya Setia Abadi - Jakarta, distributor oli dan konstruksi baja ringan.
CV Kawan Setia Industri - Batam, pemasok food and beverage serta memiliki jaringan retail store “The Farmer”. PT Momentum Enterpreuneur Mindset - Batam, pelatihan untuk mencetak pengusaha sukses. PT Momentum Retail Mangement - Batam, jasa konsultan bisnis retail.
Namun, dari sekian banyak bisnis yang dimiliki, Jaya nyaris tidak menyentuh perusahaannya itu. Ia mempercayai jajaran direksinya untuk menggerakkan perusahaan tersebut.
Prinsip yang ia anut dalam menjalankan perusahaan adalah “We Create Partners, not Employees.” Jaya membuat kebijakan, bahwa karyawan merupakan pemegang saham di perusahaannya.
Kebijakan membagi saham kepada karyawan ini dengan syarat wajib perlu dipatuhi, seperti integritas, loyalitas, dan beberapa kriteria lain. Dari kebijakan ini, karyawannya diharapkan mampu memiliki keyakinan dan kepercayaan untuk memajukan perusahaan. Sehingga, perusahaan yang dipercayakan kepada direksi membuat Jaya memilih untuk mencari kesibukan lain.
Penulis, Mentor dan Motivator BisnisMas J, sapaan akrab Jaya Setiabudi juga mendedikasikan sebagian besar waktunya sebagai penulis, mentor, dan motivator bisnis. Melalui organisasi sosial Enterpreuneur Association (EA), ia memberikan pelatihan kepada banyak pengusaha pemula secara gratis, di 40 kota di Indonesia.
Saking populernya, keberhasilan Mas J membuatnya memperoleh gelar Mentor Terfavorit pada 2008 silam. Di tahun yang sama pula, ia menulis buku “The Power of Kepepet” dan “Kitab Antibangkrut” pada 2013, buku-bukunya ini dinilai cukup fenomenal dan laku keras di pasaran.
Tema tulisan pada bukunya juga diangkat dari kisah dan pengalamannya dulu dalam membangun sebuah usaha. Sehingga menarik minat pembaca, khususnya pengusaha pemula karena berisi informasi penting yang dalam memulai sebuah usaha.
Selain itu, ia juga mendirikan Young Enterpreuner Academy (YEA) yang merupakan sekolah bisnis yang memegang rekor mencetak lebih dari 90 persen lulusannya menjadi pengusaha. Melalui kegiatannya ini, Mas J berharap mampu menciptakan pengusaha sukses yang mandiri.
Dilansir pengusaha.blogspot.com, Mas J memiliki visi untuk menciptakan sejuta pengusaha sukses dan bisa menjadi saluran rezeki bagi orang lain. Tujuannya untuk bisa menciptakan pengusaha Indonesia yang bermoral serta memiliki integritas tinggi.
Perjalanan Spiritual dan BisnisPria kelahiran Semarang, 27 April 1973 ini terlahir di keluarga Katolik dari etnis Tionghoa. Ia tidak menyebut ayahnya sebagai pemeluk agama yang taat, bahkan lebih menyebutnya sebagai
free thinker dalam sebuah keyakinan.
Bercerita dikanal Youtube Christina Lie, Mas J mengaku sedari kecil memang tidak dibaptis oleh keluarganya yang merupakan keturunan Katolik. Ayahnya lebih memberikan kebebasan kepada anak-anaknya agar bisa berpikir mendalam dan menentukan pilihan akan keyakinan.
“Saya anak keenam, dan dari tujuh bersaudara semua akhirnya memeluk Islam, kecuali satu kakak saya yang menjadi Nasrani,” kata dia.
Menurutnya, keputusan berpindah keyakinan itu ia ambil ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat itu ia memperhatikan kakaknya yang sedah shalat, karena lebih dulu memeluk Islam.
Banyak berpikir tentang kehidupan dan kematian, dan setelah memahami berbagai perbedaan agama, Mas J kecil tertarik saat melihat kakaknya melakukan ibadah shalat. Dari situ ia mulai memperdalam agama Islam dan memutuskan untuk menjadi muslim diikuti adik bungsunya.
“Saya suka membaca pola, melihat tata cara kakak saya shalat, saya perhatikan polanya begitu tertib, mulai dari shalat hingga puasa yang dijalankan. Sejak saat itu saya pilih ini sebagai agama saya,” tuturnya dikanal Youtube Harfan Wahidan.
Sementara perjalanan karir bisnis Mas J dimulai sejak ia lulus dari Institut Teknologi Aditama Surabaya (ITATS) pada 1998. Kala itu melamar di sebuah perusahaan penyedia chip, Astra Microtonics.
Saat wawancara kerja, secara terang-terangan ia menyebutkan motivasinya bekerja karena ingin menjadi pengusaha. Dari pekerjaannya sebagai
technical buyer di Astra Microtonics itu ia belajar banyak soal bisnis.
Dilansir finansialku.com, ia mulai memahami siklus perdagangan dalam hal pendistribusian dari pekerjaannya itu. Sehingga selang beberapa tahun, ia memutuskan untuk keluar dan membuka usahanya sendiri, yang bergerak di bidang Industrial Supply.
“Alhamdulillah tiga bulang bangkrut,” ujarnya.
Berangkat dari kegagalannya, ia mulai berpikir untuk mencari strategi baru. Mas J yang saat itu terkendala urusan modal, memutuskan untuk mencari investor yang telah dikenalnya saat bekerja dulu.
Berkat kejujurannya saat menjadi supplier, investor pun mempercayainya untuk menjadi partner bisnisnya. Sehinga ia belajar bagaimana kejujuran bisa membangun jaringan antara supplier dan konsumen.
Menurutnya, modal bukanlah segalanya karena hal terpenting yang dibutuhkan seorang pengusaha adalah keberanian dan kreativitas. Selama bisa menjalankan hubungan baik, maka modal bisnis tidak menjadi kekhawatiran utama.
(zul)