LANGIT7.ID - , Jakarta - Meski saat ini banyak gaya dan jenis hijab yang bermunculan, namun penutup kepala model segi empat masih banyak diminati para muslimah. Kesederhanaan dan kemudahan yang ditawarkan model hijab ini, membuat wanita muslim enggan meniadakannya dari almari.
Selain itu, hijab segi empat memiliki kelebihan dengan banyaknya modifikasi gaya yang bisa ditampilkan pemakainya. Mulai dari gaya kasual hingga formal.
Kelebihan lain dari jenis ini bisa cocok dengan berbagai gaya busana. Bahan yang ditawarkan jilbab segi empat pun beragam, begitu juga dengan pilihan warna yang bisa disesuaikan dengan selera dan karakter Anda.
Baca juga: 5 Rekomendasi Hijab Sport untuk yang Doyan OlahragaBila menyinggung harga sangat variatif, tergantung dari jenis bahan yang digunakan. Harga yang murah maka kualitasnya pun sesuai dengan angkanya. Begitu juga sebaliknya.
Nah, buat Anda penggemar hijab segi empat, berikut ragam bahan yang perlu diketahui untuk mengukur kenyamanan saat dipakai.
1. DiamondJenis kain ini bertekstur seperti kulit jeruk, sedikit kasar atau agak berpasir saat disentuh. Namun, tekstur kain ini ternyata menjadi kelebihan dari jenis hijab ini.
Selain itu, kelebihan dari jenis kain diamond untuk hijab ini adalah berbahan ringan, mudah dibentuk, sejuk saat dipakai dan tidak transparan. Di pasaran kain diamond ini ada tiga jenis yang beredar yaitu diamond italiano, crepe, dan bubble.
2. MaxmaraBagi penyuka satin, jenis kain maxmara bisa jadi pilihan dalam berhijab. Kain ini terkenal dengan tekstur lembut dan licin. Sangat cocok untuk digunakan di acara formal karena kilau kainnya.
Kain ini juga bersifat lemas, jatuh, ringan, juga tipis. Meski tipis namun maxmara tidak menerawang. Bagi Anda yang sering mengadakan acara formal seperti meeting, kain ini sangat pas digunakan karena banyak pilihan warna.
3. Sifon
Jenis kain sifon memiliki bahan yang berkarakteristik ringan, lembut, transparan, serta tidak mudah kusut. Karena tipis hijab segi empat dari bahan ini harus selalu dikenakan bersama inner hijab.
Hijab berbahan sifon bisa menciptakan kesan feminim dan lembut, karena sifat bahannya yang jatuh. Hanya saja kekurangan dari jenis kain adalah agak panas saat dipakai karena tekstur kainnya yang rapat.
4. HyconKain ini mirip sifon namun sedikit lebih tebal. Saat disentuh, jenis kain ini terasa sedikit lembuh dibanding denngan sifon. Sifat kain ini tidak licin, mudah jatuh, dan tidak mengembang.
Karakteristik kain hycon ini sangat cocok digunakan untuk hijab atau bahan busana muslim karena volume kainnya yang ringan. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau.
5. RawisBahan ini cukup populer, karena kerap digunakan untuk hijab pashmina. Pada ujung bahannya dirawis atau tanpa jahitan. Jenis ini umumnya dibuat menggunakan mesin jahit khusus rawis.
Jenis kain rawis untuk jilbab disukai semua usia, mulai dari remaja hingga dewasa. Pasalnya tekstur kainnya nyaman untuk dipakai di segala acara seperti kuliah maupun kantor, membuat pemakainya terlihat sopan namun tetap santai.
6. SuteraKain yang satu ini, kualitasnya tak dapat diragukan lagi. Saking bagusnya ia dikatakan sebagai ratunya para kain. Hanya sayangnya, jenis kain sutera untuk sangat mudah kusut sehingga pemakai seringkali kerepotan.
Jilbab segi empat jenis sutera memberi kesan resmi sangat pas untuk pertemuan formal atau semi formal. Dengan memakai hijab sutera, penampilan seorang muslimah menjadi terlihat lebih elegan dan glamor.
7. Kasmir
Kasmir adalah jenis kain yang terbuat dari serat binatang yakni domba yang banyak ditemukan di dataran tinggi Kashmir India. Memiliki tekstur yang halus dan terlihat fancy saat dipakai, membuatnya sangat cocok dipakai di acara-acara resmi.
Bahannya yang lembut dan nyaman sangat pas dipakai di cuaca panas karena bisa menyerap keringat dengan baik. Namun, saat Anda memutuskan menggunakan hijab berbahan kasmir, ada baiknya memakai ciput atau bandana untuk mencegah anak rambut keluar.
8. SatinKain ini memiliki kesan mewah dengan ciri khas permukaannua yang mengkilap. Sekilas mirip dengan sutera, namun serat satin lebih licin dan berkilau. Selain itu teskturnya pun halus dan jatuh saat dikenakan.
Muslimah yang mengenakan hijab berbahan satin menjadi terlihat mewah dan elegan. Karena itu banyak orang yang memakai hijab jenis ini di acara-acara formal agar tampilan lebih menawan.
9. LinenDilabeli dengan bahan kain tertua, tak membuat linen kehabisan peminat. Ia masih kerap digunakan karena bahannya hangat sangat cocok dikenakan jika musim dingin. Tak hanya itu, ia juga bertekstur dingin sehingga tetap sejuk saat pakai saat musim panas.
![Hijab Segi Empat, Kenali Jenis Bahan dan Kelebihannya]()
Namun, kekurangan dari hijab berbahan linen ini adalah gampang kusut. Selain itu volumenya juga sedikit berat karena teksturnya yang tebal dan kasar.
Baca juga: Intip 7 Gaya Fesyen Hijab untuk Anda yang Berpostur Mungil10. ParisIni merupakan jenis lain tipis yang kerap kali digunakan untuk banyak hijab. Umumnya, ia dapat dibedakan menjadi dua yakni paris dari material rayon dan kain paris dari material katun.
Jenis kain jilbab ini pun cocok untuk semua bentuk wajah dan bisa diaplikasikan untuk pemakaian harian. Selain itu bahan ini juga mudah dibentuk untuk mengikuti wajah, jadi lebih mudah saat memakainya.
11. CerutiSama halnya seperti kain sifon, ceruti memiliki bahan tipis namun ia dilengkapi dengan tekstur lembut serta mudah dibentuk. Namun dibanding kain sifon, bahan ceruti cenderung lebih tipis dengan permukaan yang lebih kasar seperti kulit jeruk.
Kain jenis ini juga lebih mudah jatuh dan flowy, tapi bukan berarti ringan dan mudah melayang saat tertiup angin.
12. VoalTurkish voile atau kain voal ialah jenis bahan yang memiliki kandungan 100% katun tipis. Kain ini sering disebut juga sebagai hijab paris tapi dalam versi yang lebih “premium”.
Dibanding dengan kain paris, jenis voal memiliki detail seperti bulu-buku atau motif. Bagi muslimah yang menggunakan hijab jenis ini akan terlihat lebih feminim.
(est)