LANGIT7.ID - , Jakarta - Siapa yang tidak mengenal sayur bayam? Rasanya sayuran hijau ini banyak dikenal hampir seluruh lapisan masyarakat. Tak hanya mudah dijumpai, harga bayam pun termasuk murah.
Membuat sayur bayam pun terbilang mudah, hanya menyertakan bumbu seperti bawang merah, temu kunci, garam, dan gula, Anda sudah bisa menikmati kesegaran sayur bening ini. Karena relatif mudah, segar, dan banyak gizi yang terkandung di dalamnya membuat sebagian orang memfavoritkan sayur bayam.
Baca juga: Apakah Mencuci Buah dan Sayur Segar dengan Air Saja Sudah Cukup?Namun, banyak yang mengatakan bahwa sayur bayam bila dipanaskan kembali akan menimbulkan racun. Apakah benar? Dokter spesialis anak, dr. Rony Tamba, mengatakan hal tersebut tidak benar.
"Jadi, yang mengatakan memanaskan sayur bayam mengakibatkan racun merupakan mitos atau tidak benar, karena segala kandungan yang dimiliki tidak memiliki efek samping dan sangat bermanfaat bagi tubuh kita," kata dr Rony melalui Youtube channel Anak Sehat dan Berkualitas.
Menurut dia, memanaskan sayur bayam membuat kandungan nitrat yang ada di dalamnya akan hilang.
"Jika memanaskan sayur bayam kembali kandungan yang ada di dalamnya seperti nitrat akan hilang. Sehingga kandungan nitrat akan menjadi lebih sedikit dan tidak berbahaya bagi tubuh jika berubah jadi nitrit," ucapnya.
Rony mengatakan, kandungan nitrat yang terdapat pada sayur masih normal, jadi Anda tidak perlu khawatir.
"Lagipula kandungan nitrat pada sayuran yang kita konsumsi sebenarnya masih dalam jumlah normal yang tubuh bisa terima. Sehingga tidak perlu khawatir jika ingin mengkonsumsi banyak sayuran. Atau jika kita ingin menghangatkan kembali. Ini dari sisi nitratnya," tandasnya.
Baca juga: Mau Punya Keluarga yang Sehat? Ini Cara Agar Si Kecil Suka SayurKemudian, jika diihat dari sisi oksalatnya, ternyata sayur bayam jika di panaskan justru akan semakin menurunkan konsentrasinya. Semakin lama dipanaskan maka semakin rendah kandungan oksalatnya, kata Rony.
Meski begitu, memanaskan sayur bayam juga tidak lama-lama karena dia akan merusak nutrisi-nutrisi lain terutama vitamin dan mineral.
(est)