LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) merespons Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang mencatat ada 198 pondok pesantren terafiliasi organisasi teroris. Persis meminta BNPT transparan atas informasi yang dikeluarkannya.
Wakil Ketua Umum PP Persis, KH Jeje Zainuddin tak meragukan bahwa informasi BNPT soal pesantren terafiliasi organisasi teroris berbasis data. Oleh karenanya, PP Persis meminta agar BNPT menginformasikan lebih lanjut dan membuka data pesantren yang disebut berafiliasi dengan organisasi teroris kepada publik.
"Bisa saja perumusan kriteria pondok pesantren yang didaftar berafiliasi kepada kelompok teroris itu bersifat subjektif dan sepihak. Sehingga memungkinkan bisa diklarifikasi bahkan digugat oleh pihak pondok pesantren tersebut," kata Ustaz Jeje dalam pernyataan pers yang diterima
Langit7, Kamis (27/1/2022).
Baca Juga: MUI: Terorisme dan Ekstremisme Harus Disikapi ProporsionalMenurut dia, Indonesia adalah negara hukum. Karenanya, penetapan suatu lembaga pendidikan pesantren divonis sebagai lembaga berafiliasi teroris juga harus dalam kerangka hukum yang objektif, bukan berdasar analisis subjektif.
BNPT mencatat sedikitnya 198 pondok pesantren terafiliasi dengan sejumlah organisasi teroris, baik dalam dan luar negeri termasuk ISIS. Hal itu disampaikan Kepala BNPT, Komjen Boy Rafli Amar dalam rapat dengan Komisi III DPR, Selasa (25/1/2022). Namun, Boy tak mengungkap lebih lanjut terkait identitas atau nama pesantren yang dimaksud.
Baca Juga: MUI Bahas Solusi Cegah Ekstrimisme dan Terorisme di Halaqah Kebangsaan"Kami menghimpun Ponpes yang kami duga terafiliasi dan tentunya ini juga merupakan bagian upaya-upaya dalam konteks Intel pencegahan yang kami laksanakan di lapangan," kata Komjen Boy.
BNPT mencatat, dari total 198 pesantren tersebut, 11 di antaranya terafiliasi dengan jaringan organisasi teroris Jamaah Ansharut Khilafah (JAK), 68 pesantren terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah (JI), dan 119 terafiliasi dengan Ansharud Daulah atau simpatisan ISIS.
Baca Juga: Salah Ucap, Pelajar Muslim di Inggris Ini Dimasukkan Program Anti-Ekstremis(zhd)