Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 11 Juli 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Buya Yahya: Jangan Berani Mencaci dan Memukul Istrimu!

Muhajirin Kamis, 03 Februari 2022 - 15:00 WIB
Buya Yahya: Jangan Berani Mencaci dan Memukul Istrimu!
Buya Yahya (foto: Al-Bahjah)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, mengingatkan para suami agar bersikap lemah-lembut kepada istri. Jika pun sedang marah, suami harus menasehati istri dengan penuh kasih sayang.

Ibarat seorang laki-laki mencaci-maki seorang wanita di pasar, sakit hati wanita itu bisa saja hilang ketika sudah berpisah. Namun, istri setiap hari bertemu suaminya. Kata cacian akan selalu menusuk hatinya tiap kali melihat suaminya.

"Kalau Anda, seorang suami, mencaci dan memukul istri, (dia) setiap hari melihat wajah Anda. Alangkah zalimnya Anda. Laki-laki model apa seperti itu? Kenapa begitu mudah mengeluarkan kata-kata kotor untuk istri? Bahkan kita sering dengar ada suami yang memukul istri," kata Buya Yahya melalui akun Youtube-nya, dikutip Kamis (3/2/2022).

Laki-laki hebat tidak akan pernah memukul istrinya. Derajat seorang laki-laki akan hina jika ringan tangan kepada istri. Rasulullah mengisyaratkan kebodohan orang yang sangat bodoh, yang siang hari memukuli istrinya tetapi di malam hari menggauli.

"Biarpun punya ilmu, (disebut) ustadz segala macam kalau memukul istri, itu orang bodoh. Istri bukan untuk dipukuli," ucap Buya Yahya.

Ada adab tertentu yang harus dipenuhi suami jika istri bersalah. Itu termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 34. Allah Ta'ala berfirman:

"Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuz-nya, maka nasihatilah mereka dna tinggalkan mereka di tempat-tempat pembaringan serta pukullah mereka. Lalu, jika mereka telah menaati kamu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Ada saat menasehati istri, yakni harus dilakukan di dalam kamar. Ini agar anak-anak tidak mengetahui. Setelah itu, upayakan tidak terjadi apa-apa. Tetap terlihat baik di depan anak. Begitu pun saat keluar rumah. Masalah rumah tangga tidak etis jika menjadi bahan curhat ke sana kemari.

Istri baru boleh dipukul jika langkah pertama tak mempan. Itu pun bukan pukulan untuk menyakiti, tapi hanya sekadar menunjukkan kemarahan. Pukul dengan benda yang tidak menyakitkan seperti siwak, dan pelan saja. Pukulan itu sebenarnya hanya peringatan saja.

Jika itu tak berhasil, ada langkah selanjutnya, seperti perceraian atau sebagainya. "Jadi, istri harus tahu, kalau suami sudah member pukulan kasih sayang, itu berarti peringatan terakhir. Bisa saja setelah itu suami akan menceraikan," ucap Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan lagi agar suami menahan segala macam bentuk cacian. Ia menyebut mencaci ataupun memukul istri merupakan dosa besar.

"Jangan sekali-kali mencaci istri Anda, memukul istri Anda, hati-hati di hadapan Allah. Kalau Anda mau main pukul, pergi ke Palestina sana, bantu umat Islam di sana. Masa berani sama istri, Anda ini apa. Saya sedih sekali dengan hal-hal semacam ini," tutur Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 11 Juli 2026
Imsak
04:34
Shubuh
04:44
Dhuhur
12:02
Ashar
15:23
Maghrib
17:55
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan