Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home masjid detail berita

Nasihat Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari tentang Menerima Takdir

fajar adhitya Ahad, 06 Februari 2022 - 11:35 WIB
Nasihat Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari tentang Menerima Takdir
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Segala sesuatu yang menimpa seorang muslim hendaknya dipami bahwa itu merupakan bagian dari takdir Allah. Baik takdir baik maupun buruk, seorang muslim harus menjalaninya dengan ikhlas dan berserah diri kepada-Nya.

Dalam kitabnya yang monumental, Al Hikam, Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari memberikan nasihat kepada umat muslim pentingnya ibadah sebagai hakikat diciptakannya manusia di alam bumi. Serta pentingnya menerima takdir dari Allah setelah berdoa dan berusaha dengan maksimal.

Nasihat pertama Ibnu Atha'illah as-Sakandari mengingatkan tentang pentingnya ibadah: ijtihaduka fima dumina laka, wa tafsiruka fima turiba minka, dalilun alan timasil basyirati minka. Kesungguhanmu dalam mencari sesuatu yang Allah pasti jamin buat kamu hingga membuatmu lalai akan kewajiban kepada Allah, adalah tanda tanda butanya mata hatimu.

Baca Juga: Selain Oki Setiana Dewi, Ini 5 Artis yang Alih Profesi Jadi Pendakwah

"Banyak di antara kita yang ngoyo, mencari sesuatu yang sebenarnya telah Allah SWT jamin buat kita. Namun lalai terhadap tuntutan ibadah kepada-Nya," kata ustaz Fakhrur Raji dalam khutbah Jum'at di Masjid Assalaam, dikutip Ahad (6/2/2022).

Fakhrur Raji menjelaskan, tidak ada salahnya bagi seorang muslim untuk mencari penghidupan di dunia. Bahkan Allah SWT sendiri memerintahkan manusia untuk berusaha memenuhi kehidupan dengan jalan yang halal.

Akan tetapi, lanjutnya, mencari sesuatu sampai melupakan kewajiban kepada Allah, itulah yang dilarang. Ia menerangkan, rezeki, jodoh, dan umur manusai telah ditentukan oleh Allah. Jangan sampai lupa kepada apa yang Allah tuntut dari hambanya, yakni beribadah.

Itulah makna dari firman Allah dalam Al-Qur'an surat adz-Dzariyat ayat 56, Wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun. Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.

Baca Juga: Adab Ketika Melihat dan Mendengar Musibah Kecelakaan

Hikmah selanjutnya dari Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari yaitu mengenai pentingnya berdoa dan menerima takdir Allah: "Kalau kita berdoa kepada Allah SWT sementara doa yang kita minta tidak langsung dikabulkan oleh-Nya, maka jangan sampai itu menjadikan kita berputus asa terhadap rahmat Allah.

Karena sesungguhnya Allah telah menjamin dikabulkannya doa pada apa yang telah Allah pilih buat dirimu, bukan apa yang kau pilih sendiri buat dirimu. Dan pada waktu yang Allah kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki.

Fakhrur Raji menjelaskan doa merupakan permintaan seorang hamba kepada Zat yang Maha mengabulkan doa yaitu Allah SWT. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan menjamin akan mengabulkan setiap doa hambanya. Sebagaimana dalam Firman-Nya, ud'uni astajiblakum, berdoalah kalian kepadaku pasti aku kabulkan doa-doa kalian.

Baca Juga: Terpilih Sebagai Ketum, Khadrian: JPRMI Tempat Berdakwah Bersama

"Hanya saja pengabulan doa itu pada apa yang Allah pilih, dan pada waktu yang Allah mau. Bukan pada apa yang kita pilih dan pada waktu yang kita mau," ujarnya.

"Maka seyogianya nasihat ini menjadi obat buat kita. Di tengah pandemi yang kasusnya semakin meningkat, sebagai orang yang beriman sepantasnya kita menyerahkan urusan kepada Allah SWT. Karena sekarang ini banyak orang lupa bahwa segala kejadian yang menimpa muka bumi termasuk pandemi, semua merupakan takdir dari Allah SWT," imbuhnya.

Baca Juga: Lagi Tren, Bolehkah Transplantasi Rambut dalam Islam?

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)