LANGIT7.ID, Jakarta - Bunuh diri merupakan perbuatan yang sangat tercela dan termasuk dosa besar. Sesulit apapun kondisi kehidupan, seseorang dilarang untuk mengakhiri hidupnya dengan melakukan bunuh diri.
Bahkan menurut sebagian ulama, dosa bunuh diri lebih besar dibanding membunuh orang lain. Dikutip Bimas Islam, dalam kitab Is’adur Rafiq, Habib Abdullah bin Husain Ba’alawi menegaskan bahwa bunuh diri termasuk dosa besar dan pelaku terancam masuk neraka.
Beliau berkata sebagai berikut:
Baca Juga: Aksi Heroik Pramudi TransJakarta, Ini Hukum Bunuh Diri dalam IslamTermasuk dosa besar adalah bunuh diri. Ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw; Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka dia akan selalu terjun ke neraka jahanam dan dia kekal di dalamnya.
Meskipun bunuh diri termasuk dosa besar dan sangat dilarang dalam Islam, tapi seseorang yang melakukan bunuh diri tetap bisa mendapatkan ampunan dari Allah melalui perbuatan baiknya selama di dunia. Bahkan dia tetap bisa mendapatkan ampunan dari Allah melalui doa orang lain.
Karena itu, jika ada orang yang mati bunuh diri, maka kita dianjurkan untuk mendoakannya agar dia mendapatkan ampunan dari Allah. Bahkan Rasulullah Saw pernah mendoakan ampunan terhadap orang yang mati bunuh diri. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir, dia berkisah:
Baca Juga: Bukan Binomo, Ini Aplikasi Trading yang Merusak Anak-Anak Ketika Nabi Saw hijrah ke Madinah, Ath-Thufail bin Amr juga hijrah ke sana disertai seseorang dari kaumnya. Ternyata mereka tidak kerasan tinggal di Madinah. Kemudian orang yang menyertai Ath-Thufail bin Amr tersebut sakit.
Dia tidak sabar dengan sakitnya, maka diambilnya anak panah bermata lebar miliknya. Dengan itu dia potong ruas-ruas jarinya, sehingga kedua tangannya mengalirkan darah dengan deras, sehingga mati. Suatu hari Ath-Thufail bin Amr memimpikan orang itu. Dalam mimpinya Ath-Thufail melihat orang tersebut dalam keadaan baik, tetapi dia menutupi kedua tangannya. Lalu Ath-Thufail bertanya; Apa tindakan Tuhanmu terhadapmu?
Orang itu menjawab; Dia mengampuniku karena hijrahku kepada Nabi-Nya. Ath-Thufail bertanya lagi; Kenapa aku lihat engkau menutupi kedua tanganmu? Orang itu menjawab; Dikatakan kepadaku; Kami tidak akan memperbaiki dirimu apa yang telah engkau rusak. Kemudian Ath-Thufail menceritakan mimpinya kepada Rasulullah Saw lalu beliau berdoa; Ya Allah, untuk kedua tangannya, maka ampunilah dia.
Baca Juga: Jose Mourinho Frustasi Roma Gagal Menang dari Sassuolo(zhd)