LANGIT7.ID - , Jakarta - Trauma dan duka masih dirasakan masyarakat Pasaman Barat dan Pasaman, Sumatera Barat pasca gempa berkekuatan 5,2 dan 6,1 SR pada 22 Februari lalu.
Kementerian Agama meminta para penyuluh agama mendampingi kerohanian atau
trauma healing bagi penyintas gempa di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Biro Humas Data dan Informasi (HDI) Thobib Al Asyhar, Minggu (27/2/2022).
Baca juga: Analisis BMKG soal Gempa Pasaman Barat, Terasa hingga Malaysia dan SingapuraMenurut Thobib,
trauma healing dapat mempercepat pemulihan batin para penyintas gempa Pasaman Barat.
"Memberi bantuan moril agar tenang dan sabar menghadapi cobaan, lalu ingatkan untuk kembali bangkit agar ekonomi keluarga dapat terus berjalan," imbuh Thobib seperti dikutip dari laman Kementerian Agama, Senin (28/2/2022).
Dalam kesempatan itu Thobib yang didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Helmi juga menyerahkan bantuan dari Menteri Agama RI sebesar Rp2,35 milyar untuk perbaikan masjid dan mushola juga posko pengungsian Kantor Kemenag Pasaman Barat.
Baca juga: 10 Orang Meninggal Dunia, 4 Hilang dalam Gempabumi SumbarDisampaikan Thobib, perbaikan masjid dan mushola menjadi salah satu concern Kemenag dalam mitigasi bencana alam di Sumatera Barat. Hal ini dilakukan mengingat banyaknya masjid dan mushola yang terdampak bencana di Pasaman Barat ini.
"Perbaikan masjid dan mushola perlu segera di lakukan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman, karena dengan ibadah yang tenang dapat segera menyembuhkan kesedihan atas cobaan yang sedang di alami," sambungnya.
(est)