LANGIT7.ID, Jakarta - Di padang pasir Mauritania berdiri sebuah masjid kuno yang hampir ditelan oleh ganasnya iklim sahara. Dikelilingi dan hampir ditelan oleh bukit pasir yang bergeser di sahara barat Masjid Jami Chinguetti menahan kehancurannya.
Masjid Jami Chinguetti dibangun pada abad ketiga belas atau keempat belas, dan dikatakan sebagai jiwa kota suci Chinguetti. Pada 1970-an masjid sempat direvitalisasi melalui upaya UNESCO.
Meskipun penggurunan dengan cepat menyebabkan kerusakan, menaranya masih menjulang di menandakan sebuah peradaban kota tua. Chinguetti merupakan Situs Warisan Dunia yang berada di Mauritania utara, terletak di Dataran Tinggi Adrar di timur Atar.
Baca Juga: Indahnya Hidayah Allah, Orang ini Masuk Islam di Akhir HayatKota ini berkembang pada abad pertengahan yang saat itu menjadi rest area utama bagi karavan yang membawa emas, garam, kurma, dan gading melintasi sahara. Lanskap kotanya terdiri dari bangunan-bangunan yang terbuat dari batu dan lumpur yang berwarna kemerahan.
Chinguetti juga merupakan rumah bagi koleksi manuskrip Islam penting yang luar biasa. Sebagai rumah ibadah umat Islam, Masjid Jami Chinguetti memiliki ruang doa dengan empat lorong, mihrab, dan halaman.
Dinding masjid terbuat dari batu split dan lantainya dilapisi dengan pasir. Sebuah menara persegi empat menjulang tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang berkunjung ke situs kuno ini.
Puncak menaranya berhias akroterium sebanyak empat buah yang terletak di setiap sudut. Pada akroterium, terdapat patung tanah liat telur burung unta yang mengingatkan kejayaan kota ini, pada saat Chinguetti masih hijau dan burung unta bertelur di sana.
Baca Juga: Penyintas Teror Masjid di Selandia Baru Lakukan Aksi Jalan DamaiTelur kelima duduk di tengah atap menara, yang bila dilihat dari barat mendefinisikan sumbu menuju Makkah dan berfungsi sebagai panduan untuk berdoa. Seharusnya di masa lalu, wisatawan akan memberikan persembahan telur di masjid.
Jendela kecil seperti bukaan di fasad barat menara memungkinkan dalam sedikit cahaya. Pintu yang lebih besar, yang mengarah ke tangga menara internal, dihiasi oleh ornamen segitiga. Temuan arkeologi baru-baru ini menunjukkan bahwa masjid ini dibangun di atas dasar masjid yang sudah ada sebelumnya.
Masjid Chinguetti disebut sebagai contoh warisan budaya yang terancam oleh perubahan iklim dalam sebuah laporan ke sesi ke-30 Komite Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2006. Situs ini terancam hancur akibat dari efek dari padang pasir yang meluas, perubahan pola curah hujan, hilangnya vegetasi, erosi tanah, dan suhu ekstrem.
Baca Juga: Rest Area Gunung Mas Jadi Spot Healing Baru di Kawasan Puncak(zhd)