LANGIT7.ID - , Jakarta - Penyintas serangan anti-Muslim Christchurch, Selandia Baru, Temel Aracocugu melakukan aksi damai dengan berjalan kaki sepanjang 360 km, dari Dunedine ke Christchurch. Hal tersebut dilakukan Aracocugu untuk memperingati peristiwa penyerangan dua masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019 silam.
Aracocugu memulai perjalanan pada Selasa sore (1/3/2022) dari Dunedin, kota asal teroris yang melakukan serangan dulu.
Mengutip dari Stuff, Jumat (4/3/2022), Aracocugu memperkirakan sampai di masjid Al Noor dan Linwood, Christchurch pada 15 Maret mendatang. Tepat pada peringatan serangan tersebut.
Baca juga: Umat Islam India Gelar Doa Perdamaian Perang Rusia-Ukraina“Teroris memulai dari sini… setiap kali dia memikirkan kebencian dan mencoba menyebarkan kebenciannya. Tapi hari ini… saya menentang kebenciannya,” katanya.
Memulai perjalanan, orang-orang lain dari komunitas Muslim Dunedin dan kelompok antaragama Dunedin bergabung dengan Atacocugu.
CEO Save the Children, Heidi Coetzee, melakukan perjalanan ke Dunedin dari Wellington untuk berjalan 10 km pertama bersamanya.
“Jalan damai pada saat perdamaian berada di bawah tekanan tidak pernah lebih penting,” katanya.
“Temel mengatakan dia ingin kami terlibat karena cintanya pada anak-anaknya dan masjidnya, dan anak-anak perlu tumbuh dalam damai dan cinta.” tambah Heidi.
Sebagai bagian dari aksi damainya tersebut, ayah dari dua remaja ini pun menggalang dana untuk tiga kelompok pemuda. Hingga saat ini, aksi tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar 22.600 dolar Amerika Serikat.
Baca juga: MUI Minta Tokoh Agama Ceramah Ujaran Perdamaian, Bukan KebencianDana donasi akan digunakan untuk upaya perdamaian kemanusiaan bagi anak-anak yang terdampak konflik di Ukraina. Selain itu, sebagian juga akan disumbangkan ke Yayasan Kanker Anak,
I Am Hope. Wali Kota Dunedin Aaron Hawkins yang menghadiri acara pelepasan tersebut, mengatakan bahwa penting bagi kota menunjukkan dukungannya, sebagai narasi tandingan terhadap serangan teroris.
“Penting bagi kami untuk berbagi dukungan seperti yang kami lakukan tiga tahun lalu.”
Pendiri kelompok antaragama di Dunedin, Anne Marie, memberikan sumbangan secara langsung kepada Atacocugu.
“Saya belum pernah bertemu orang Muslim sebelumnya… penting bagi kita untuk terus mendukung mereka.”
Atacocugu berjalan kaki ke Waitati pada hari Selasa. Dia berencana tiba di Oamaru pada hari Sabtu, 5 Maret, di Timaru pada tanggal 8, Ashburton pada tanggal 11, dan kemudian pada tanggal 15 mengunjungi masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch.
Baca juga: Penyanyi Kawakan Yusuf Islam Sumbang Kereta Perdamaian untuk Kota ChristchurchTiga tahun telah berlalu sejak pembantaian mengerikan terhadap 51 Muslim di Christchurch Selandia Baru yang mengguncang dunia.
Christchurch adalah kota terbesar di Pulau Selatan Selandia Baru dan pusat Wilayah Canterbury. Kota ini juga menjadi rumah bagi 404.500 penduduk dan menjadi kota terpadat ketiga di Selandia Baru, setelah Auckland dan Wellington.
(est)