LANGIT7.ID - , Jakarta - Angelina Sondakh mengaku kapok dan trauma untuk berpolitik kembali. Hal ini disampaikan Angie kepada sang ayah, Lucky Sondakh, melalui kanal Youtube Keema Entertainment, Senin (7/3/2022). Tampak air mata membanjiri mata istri mendiang Adji Massaid dan sang ayah selama wawancara berlangsung.
"Saya tidak mau berpolitik lagi, karena kalau berbicara politik saya sudah sedikit trauma. Saya mengaku salah dan tidak mau lagi ke sana (politik). Saya mau denger nasehat
daddy saja biar
daddy yang tuntun saya ke arah yang lebih baik," ujar Angie, dikutip pada Selasa (8/3/2022).
Angie kemudian mengungkapkan, ketika dirinya dipenjara semua rekan-rekannya pergi meninggalkan dirinya. Hanya sang ayah yang selalu setia menemaninya selama 10 tahun. Bahkan, tambah Angie, ayahnya membekali Angie buku-buku selama di dalam tahanan untuk dibaca agar ia selalu melatih otaknya.
Baca juga: Mantan Anggota DPR Angelina Sondakh Keluar dari Lapas Kamis 3 Maret"
Daddy bilang pokoknya kamu harus bertahan karena kamu tidak punya pilihan. Saya dikasih buku mulai dari Michelle Obama, Nelson Mandela dan masih banyak lagi.
Daddy kasih untuk melatih otak saya. Lalu,
daddy juga berpesan agar Angie selalu melatih hati, latih emosi, jangan menyerah karena Angie hanya punya satu pilihan yaitu menjadi kuat" ungkapnya.
Tidak sampai disitu, Angie juga diminta melatih psikomotoriknya, agar tubuhnya tetap sehat, sehingga ia tetap kuat menghadapi segala cobaan.
Angie juga masih mengingat bagaimana sang ayah berpesan agar dirinya melupakan masa lalu, karena tidak ada yang adil di dunia ini.
"
Daddy berpesan tak perlu mencari keadilan. Tapi yang perlu kamu perlu kamu cari adalah bagaimana menjalani kehidupan," cerita Angie sambil tersedu mengingat pesan sang ayah yang selalu diingatnya.
"
What ever you do, bakal ada orang tidak suka. Meski saat kamu melakukan hal sebaik-baiknya, pasti ada yang memuji dan ada pula yang tidak suka.
It's always like that" ujarnya.
Angie mengaku selalu mengingat segala nasihat ayahnya ketika dipenjara dan ia mencoba menerapkannya.
Menanggapi pengakuan putrinya, mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi ini berkata dirinya memang sempat memberikan buku bacaan politik pada Angie ketika dipenjara.
"Bapak ilmu politik mengatakan, '
in politics there are no everlasting friends, only interests' (dalam politik, tidak ada saudara dan persahabatan yang abadi), yang hanya adalah kepentingan," pungkasnya.
Baca juga: Angelina Sondakh Hirup Udara Bebas: Saya Minta MaafSetelah Anda dieksploitir dan waktu kebutuhan mereka terpenuhi, jelas Lucky, maka Anda akan ditinggalkan.
"Dalam politik kamu berhadapan dengan serigala berbulu domba," tuturnya.
(est)