LANGIT7.ID - , Jakarta - Pandemi Covid 19 tidak bisa dijadikan alasan untuk anak menjadi tidak produktif. Justru karenanya anak bisa melakukan banyak aktivitas yang bermanfaat untuk pengembangan diri dengan dampingan dari orang tua.
Seperti diketahui, di masa pandemi ini interaksi anak terhadap lingkungan sosial menjadi berkurang. Namun, hal tersebut bisa disiasati dengan memaksimalkan hubungan dengan orang di rumah.
Dokter spesialis anak dr Reza Pahlevi menganjurkan orang tua untuk mengoptimalkan anak dengan tetap berinteraksi dengan orang dewasa lain, seperti kakek dan nenek.
Baca juga: Ini Usia Ideal Menyekolahkan Anak menurut Pakar NeuroparentingDi samping itu, orang tua juga harus memiliki lebih banyak quality time dengan anak. Sebab, lanjut Reza, interaksi sosial dengan orang tua sangat penting dan perlu. Untuk memaksimalkannya, orang tua bisa membuat waktu dengan meniadakan
gadget dan banyak mengobrol dengan anak-anak.
"Saya pribadi tidak memiliki banyak waktu, namun ketika saya pulang ke rumah, saya upayakan untuk menyempatkan
quality time dengan anak. Saya ngobrol tentang keseharian dia, dan lainnya," kata dr Reza dalam acara "Omicron vs Keterampilan Sosial Anak", Jumat (11/3/2022).
Tidak hanya itu, Reza juga menyarankan orang tua untuk bisa melakukan kegiatan-kegiatan dengan mereka di rumah. Apapun itu asalkan anak memiliki teman.
"Misal Anda menyukai seni atau olahraga, Anda bisa mengajarkan anak untuk melakukan hal yang sama. Misal lagi, Anda suka memasak, maka Anda bisa mengajarkan untuk memasak. Jadi memang banyak ragam yang bisa dilakukan dirumah," jelas praktisi di Tentang Anak ini.
Baca juga: Psikolog Ungkap Usia Ideal Anak Masuk Sekolah DasarLebih lanjut, Reza mengatakan, jika anak memerlukan interaksi sosial dengan teman-temannya, Anda bisa memberinya
gadget dan lmelakukan pertemuan daring dengan teman sekelasnya.
Terkait belajar anak, ketika mempunyai kesempatan untuk menemani anak maka Anda harus
encourage mereka untuk aktif di kelas. Misalnya dengan bertanya dan berinteraksi dengan teman-temannya dan lainnya. Dengan begitu. keterampilan sosialnya akan tetap terkendali dan terbentuk.
"Di era pandemi ini kita juga perlu membatasi untuk anak menatap layar, karena itu tidak baik untuk perkembangannya. Sebaiknya, interaksi itu dua arah, tidak hanya satu arah. Nah, kalau layar itu kan hanya satu arah, sementara anak itu perlu
feedback, jadi interaksi dua arah itu penting," ucapnya.
Belajar
online menempatkan anak dalam posisi selalu menatap layar dalam waktu lama. Karena itu, saat waktu belajar anak sudah selesai, sebaiknya minta anak untuk stop
screen time seperti main gim, menonton video, dan sebagainya.
Baca juga: Pentingnya Kolaborasi Keluarga Untuk Pendidikan Anak di Masa Pandemi"Waktu tersebut harus Anda gunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih interaktif dan fisikal. Misal menggambar bareng, mewarnai, ngobrol dan lainnya, agar kemampuan komunikasinya juga terlatih," ungkapnya.
Akan tetapi, lanjut Reza, jika anak ingin menonton maka pilihlah program edukatif dengan tetap mendampingi mereka. Tujuannya agar Anda bisa menjelaskan apa yang tidak mereka pahami atau apa yang bisa ditanggapi dari film tersebut.
"Jadi kita harus menyeimbangkan antara dunia digital dan dunia nyata," tutupnya.
(est)