LANGIT7.ID - , Jakarta - Penurunan kasus Covid di beberapa negara, termasuk Indonesia, membuat banyak orang berpikir pandemi segera berubah menjadi endemi.
Namun, baru-baru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklarifikasi seperti apa kondisi suatu penyakit saat menjadi endemi. Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO Dr Mike Ryan mengatakan saat menjadi endemi, penyakit itu (merujuk pada Covid-19) masih bisa menyebabkan penderitaan dan kematian.
Baca juga: Pemerintah Tak Mau Gegabah Transisi ke Endemi, Ini Alasannya"Saya pikir kita perlu berhati-hati menggunakan kata "endemi" kata Dr Ryan seperti dilansir dari Indian Express, Kamis (17/3/2022). tersebut pada wartawan.
"Ya, endemi berarti virus ada dan menular pada tingkat yang lebih rendah, biasanya dengan beberapa bentuk penularan musiman atau peningkatan yang bersifat musiman atau wabah di atas situasi endemi.” jelasnya.
Meski penularannya rendah, Dr Ryan melanjutkan, Covid-19 masih bisa sangat menular. Seperti malaria, tuberkulosis, dan HIV yang kasusnya masih menyebabkan kematian di dunia.
Menurut Dr Ryan, dibutuhkan program pengendalian yang kuat untuk mengurangi infeksi, penderitaan, bahkan kematian. Dari pandemi menjadi endemi hanya mengubah label saja dan tidak mengubah tantangan yang dihadapi.
Baca juga: Covid-19 di Indonesia Menuju Endemi? Ini Penjelasan PakarOleh karena itu, pengendalian Covid-19 harus terus dilanjutkan, terlebih untuk kelompok yang rentan.
"Kami membutuhkan sistem kesehatan yang kuat untuk menangani infeksi yang tidak dapat kami cegah, dan kami harus dapat terus melakukannya dengan tingkat infeksi yang kami alami.” tutupnya.
(est)