LANGIT7.ID, - Jakarta - Ramadhan adalah bulan suci yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Bulan dimana semua aktivitas bernilai ibadah. Namun, serigkali orang enggan melakukan aktivitas seperti olahraga saat bulan puasa.
Pasalnya, rutinitas ini dianggap dapat menguras energi saat pola tidur terganggu dan kurangnya cairan karena sahur dan berpuasa. Padahal berolahraga bisa membantu menjaga tingkat energi, pikiran jernih, dan metabolisme yang stabil.
"Bulan suci seharusnya tidak menjadikan Anda menyerah pada tujuan kebugaran. Sebaliknya, jadikan Ramadhan sebagai waktu untuk mengisi ulang energi, sehingga Anda dapat berolahraga dengan kuat setelah empat minggu ini," kata Ahmed Al Sayed, pelatih pribadi di Fitness First.
Baca juga: Rutin Berolahraga dari Sekarang, Persiapan Fisik jelang RamadhanApa jenis olahraga terbaik? Sebagai seseorang yang menjalankan puasa sendiri, Al Sayed berfokus pada tiga aspek kebugaran dasar di setiap latihan: latihan kekuatan, kardio, dan fleksibilitas.
“Alasan saya memprioritaskan kekuatan otot adalah karena hilangnya massa otot akan memperlambat metabolisme Anda. Tujuannya harus menghindari keduanya: kehilangan otot dan penurunan tingkat metabolisme Anda,” kata Al Sayed seperti dilansir dari The National News, Sabtu (19/3/2022).
“Ketika berbicara tentang kardio, saya merekomendasikan sesi intensitas ringan. Cukup 30 menit dengan interval lambat dan stabil, setiap hari," lanjutnya.
Al Sayed mengingatkan untuk tidak melewaatkan pemanasan dan pendinginan untuk mencegah tekanan darah turun saat melakukan kardio.
“Pilihlah latihan yang menargetkan tubuh bagian atas sebelum tubuh bagian bawah untuk menghindari penurunan tekanan darah Anda selama atau sesudahnya," tandasnya.
Cobalah untuk menghindari kardio berat selama jam-jam siang hari yang panas saat berpuasa di bulan Ramadhan.
Baca juga: Psikolog: Olahraga Kardio Bisa Tingkatkan Kualitas HidupWaktu terbaik untuk berolahragaSelama puasa, dengan suhu tinggi dan tidak ada cairan, Anda akan membahayakan kesehatan jika terlalu memaksakan diri. Tidak disarankan untuk melakukan latihan kardio yang intens dan latihan beban berat saat berpuasa. Anda juga harus mengurangi rutinitas Anda menjadi dua sesi kardio seminggu sepanjang bulan suci.
Berikut adalah empat pilihan terbaik untuk berolahraga selama Ramadhan, menurut Fitness First:
90 menit sebelum matahari terbenamSore hari menjelang waktu berbuka adalah waktu yang pas untuk melakukan olahraga kardio. Namun, latihan apa pun yang dilakukan saat ini harus ringan dengan lebih banyak latihan ketahanan, pengulangan dan beban rendah, dan banyak peregangan. Ini juga saat yang tepat untuk jalan cepat atau jogging ringan.
Setelah makan malam Kardio agak sulit dilakukan saat perut kenyang, karena itu pastikan Anda melakukannya satu jam setelah berbuka puasa. Saat jadwal olahraga, Anda bisa menambahkan sedikit makanan ekstra untuk mengisi bahan bakar tubuh. Pastikan juga minum banyak air untuk rehidrasi.
Antara jam 11 malam dan 2 pagiNah, bagi Anda yang memiliki jam tidur tidak biasa, waktu terbaik untuk berolahraga mungkin antara jam 11 malam dan 2 pagi. Di waktu ini makanan sudah mennendap dan tubuh telah sepenuhnya terhidrasi.
Baca juga: Tjahja Gunawan: Olahraga Merupakan Cermin Rasa Syukur kepada AllahJika Anda telah berhasil mendapatkan istirahat di sore hari, berolahraga di waktu ini menjadi menguntungkan. Karena suhu lebih sejuk daripada siang hari, dan memungkinkan Anda untuk tidur selama beberpa jam sebelum memulai hari.
Antara jam 3 pagi dan 4 pagiUntuk bangun pagi, waktu terbaik untuk berolahraga mungkin sebelum sahur pagi Anda. Dengan cara ini, Anda akan memiliki energi dari makan malam sebelumnya.. Anda dapat menghidrasi saat berolahraga dan setelah selesai, makan lagi untuk mengisi bahan bakar. Metode ini juga akan membuat Anda mendapatkan energi untuk hari ke depan.
(est)