LANGIT7.ID, Jakarta - Ada banyak peristiwa penting dalam sejarah yang terjadi bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Tak terbayangkan perjuangan umat Islam kala itu, karena mereka harus menahan lapar dan haus di tengah gempuran musuh.
Ramadhan merupakan bulan suci dan agung bagi umat Islam. Di bulan suci itu, umat diwajibkan menjalankan puasa sebulan penuh. Ibadah agung tersebut ditutup dengan Idul Fitri, sebuah perayaan yang menandakan manusia kembali menjadi fitrah setelah berpuasa.
Nah, berikut ini ada 7 peristiwa besar yang terjadi pada bulan suci Ramadhan:
1. Al-Qur’an TurunNabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama saat berusia 40 tahun. Peristiwa itu terjadi pada 17 Ramadhan 13 tahun sebelum hijrah. Pakar astronomi, Syekh Mahmud Basyam, menuturkan, waktu itu bertepatan dengan awal Februari 610 M.
Mendekati masa-masa turunnya wahyu pertama, Nabi SAW sangat sering berkhalwat di Gua Hira, menjauh dari manusia dan beribadah Khusyuk di sana selama beberapa hari.
Terkadang 10 hari, terkadang lebih sampai satu bulan, ritual ibadah Nabi SAW di Gua Hira mengikuti tata cara yang dipakai kakeknya, Nabi Ibrahim AS. Di tengah peribadatan itu, Nabi didatangi sosok yang tak pernah dikenalnya.
“Bergembiralah wahai Muhammad. Aku Jibril, dan engkau adalah utusan Allah untuk umat ini,” tutur sosok malaikat itu.
Lalu, Jibril menyuruh Nabi Muhammad membaca. Namun, Nabi menjawab tidak bisa. Perintah itu sampai diulang tiga kali oleh Jibril. Jawaban Nabi sama, "Aku tidak bisa membaca." Jibril lalu membacakan wahyu pertama yakni Surah Al-Alaq ayat 1 sampai 5.
Baca juga: Sejarah Perkembangan Ilmu Kedokteran Era Peradaban Islam2. Pembebasan Kota Mekkah (Fathul Makkah)Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada 630 M atau pada 10 Ramadhan 8 H. Kala itu, Rasulullah Muhammad SAW beserta 10 ribu pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah.
Pasukan beliau berhasil menguasai Mekkah secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikit pun. Beliau juga menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.
Peristiwa itu dilatarbelakangi oleh Perjanjian Hudaibiyah. Pada tahun 628, Quraisy dan Muslim dari Madinah menandatangani Perjanjian Hudaibiyah.
Meskipun hubungan yang lebih baik terjadi antara Mekkah dan Madinah setelah penandatanganan Perjanjian Hudaibiyah, 10 tahun gencatan senjata itu dirusak oleh Quraisy. Saat itu, Bani Bakr, sekutu kaum Quraisy menyerang Bani Khuza’ah yang merupakan sekutu umat Islam.
Pada saat itu musyrikin Quraisy ikut membantu Bani Bakr. Padahal berdasarkan kesepakatan dalam perjanjian Hudaibiyah tidak boleh ada peperangan. Namun, Bani Bakar menyerang Bani Khuza’ah.
3. Peristiwa Perang BadarPada jumat 2 ramadhan tahun ke-2 hijrah terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal perang badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Mekah. Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di situ.
Perang ini melibatkan tentara islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1.000 tentara musyrikin Mekah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran dengan 70 tentara musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan, dan sisanya melarikan diri.
Perang ini merupakan perang luar biasa karena ketidakseimbangan jumlah kedua pihak. Umat Islam hanya sedikit, lemah fisik karena berpuasa, perlengkapan kurang, namun mereka mampu memenangkan peperangan.
4. Perang KhandaqPerang Khandaq dikenal juga sebagai Pertempuran Al Ahzab atau Pertempuran Konfederasi. Perang yang terjadi pada tahun 5 Hijriah itu dilakukan dengan taktik membuat parit untuk melindungi Madinah.
Perang ini melibatkan 3.000 pasukan Muslim melawan 10.000 pasukan musuh yang terdiri atas Bani Quraisy, Bani Nadhir, Bani Sulaym, dan Bani Murra.
Berdasarkan teknik perang yang diajarkan oleh Salman dari Persia, Rasulullah memerintahkan untuk menggali parit untuk mengecoh musuh hanya dalam waktu enam hari sebelum musuh tiba.
Berkat taktik parit besar yang digali, pihak musuh menjadi kesulitan untuk menyerang kaum muslim. Selama dua minggu, mereka hanya berbalas umpatan tanpa bisa menyebrang. Setelah 25 hari, akhirnya pihak musuh menyerah dan diadili.
5. Penaklukan AndalusAndalus atau yang kini dikenal sebagai Spanyol memiliki sejarah besar yang sangat terkait dengan kaum Muslim. Pada 28 Ramadhan tahun 92 Hijriah, umat Muslim berhasil menaklukkan Andalus.
Melansir jurnal Tsaqofah dan Tarikh berjudul
Peradaban Islam di Andalusia (Perspektif Sosial Budaya), tentara Islam sebenarnya telah sampai di Andalusia jauh sebelum penaklukan itu terjadi.
Saat itu, pasukan Muslim mendapat undangan langsung dari Gubernur Spanyol, Count Julian. Tujuannya adalah untuk menghalau Panglima Roderick atau Rodrigo lantaran telah merampas kekuasaan dari tangan Raja Gouthia, Vitiza.
Diketahui, Islam tengah berada pada masa kepemimpinan Al-Walid bin Abdul Malik, Khalifah ke-6 dari Dinasti Umayyah. Permintaan tersebut langsung diamini oleh Musa bin Nushair, Gubernur Muslim di Afrika Utara. Ia juga ingin menentang kezaliman dan membantu mencapai keadilan. Musa lantas mengutus tentara Islam yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad untuk menyerbu Andalusia.
Baca juga: Baghdad di Era Daulah Abbasiyah, Role Model Pembangunan Ibu Kota Negara6. Tentara Islam Mengalahkan Tentara MongolPada 1260 hingga 1405 M, bangsa Mongol memperluas penaklukannya ke hampir seluruh benua Asia. Menurut catatan, kerajaan penaklukan mereka meliputi area seluas 33 juta kilometer persegi.
Jenderal tentara Mongol dikenal sebagai Jenghis Khan. Dalam misi penaklukan, mereka membunuh lebih dari satu juta warga negara yang dikalahkan. Penaklukan mereka meluas sampai ke Moskow dan Kiev.
Pada 1258, tentara yang dipimpin oleh Jenderal Hulagu Khan menyerbu kota Baghdad yang menjadi tempat kejayaan dinasti Abbasiyah. Dalam penyerangan tersebut, banyak umat Islam terbunuh dan buku-buku yang ditulis oleh para ulama dibuang ke sungai Efrat dan Dajjah, sehingga airnya menjadi hitam karena tinta.
Tentara Islam dan ulama yang dipimpin oleh Sultan Qutuz dari Dinasti Mamluk, Mesir maju ke Palestina setelah bangsa Mongol menguasainya. Kedua belah pihak bertemu di 'Ain Jalut.
Dalam pertempuran tersebut, tentara Muslim memperoleh kemenangan dan berhasil menangkap Kitbuqa Noyen, seorang letnan Kristen yang menyarankan Hulagu Khan untuk menyerang Baghdad. Kitbuqa akhirnya dieksekusi. Kemenangan itu merupakan kemenangan yang luar biasa ketika bangsa Mongol, yang terkenal dengan kekerasannya, akhirnya kalah dari tentara Islam.
7. Proklamasi Kemerdekaan IndonesiaSalah satu peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan adalah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Peristiwa itu terjadi pada 17 Agustus 1945.
Ada satu hal unik menjelang proklamasi, yakni menu sahur yang disantap oleh Soekarno dan Hatta. Soekarno dan Hatta, yang tengah berada di rumah Laksamana Maeda untuk menyusun dan merampungkan teks proklamasi, bergantian bersantap sahur.
Menu sahur yang tersedia saat itu adalah sarden, roti dan telur. Tidak ada nasi sedikit pun. Usai sahur, Soekarno dan Hatta langsung dibawa ke Jakarta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.
(jqf)