LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat menghidupkan literasi Islam di Masjid. Salah satu cara masyarakat berpartisipasi adalah meningkatkan kualitas perpustakaan masjid dengan wakaf buku.
"Masyarakat bisa menyalurkan buku keagamaan untuk menjadi sebuah gerakan wakaf buku bagi perpustakaan masjid," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib dilansir siaran media, Rabu (6/4/2022).
Adib menjelaskan, dengan mewakafkan buku agama ke perpustakaan masjid akan menambah kekayaan literasi perpustakaan tersebut. Dia berharap, koleksi perpustakaan masjid yang lengkap bisa menarik minat baca masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Perpustakaan Masjid Bisa Jadi Sumber Inspirasi Materi Ceramah "Melalui gerakan wakaf buku keagamaan ini, buku-buku di perpustakaan masjid menjadi lebih banyak pilihan. Masyarakat misalnya, ketika sedang i'tikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan, mereka tertarik membaca buku, selain membaca Al-Qur'an tentunya," katanya.
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat ini menambahkan, kekayaan literasi khazanah keagamaan di perpustakaan masjid diharapkan bisa menjadi wasilah meningkatkan tingkat literasi baca masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Ingin Punya Anak Cinta Ilmu dan Suka Baca Buku? Begini Caranya "Kita harapkan juga melalui peran perpustakaan masjid bisa menambah kecintaan masyarakat terhadap membaca. Lebih penting lagi adalah cara kita membangun masyarakat maju yang memiliki tingkat literasi baca tinggi," tambahnya.
Baca Juga: Pesantren, Wadah Pendidikan Ideal untuk Anak(zhd)