LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Jogokariyan, Yogyakarta kembali menggelar Kampung Ramadhan yang telah menjadi agenda rutin selama bulan puasa. Selain sebagai syiar menghidupkan nuansa bulan suci, Kampung Ramadhan Jogokariyan juga bertujuan membangkitkan sektor UMKM.
Tahun ini, Kampung Ramadhan Jogokariyan bertambah semarak dengan kehadiran Pasar Sore. Sebanyak 270 lapak UMKM sebulan penuh akan berjualan di sepanjang Jalan Jogokariyan di mana 70 persen mereka adalah pedagang lokal sebagai ikhtiar membangkitkan ekonomi warga.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menilai, pasar Ramadhan diharapkan menjadi momentum membangkitkan ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Selain itu keberadaan masjid-masjid di Kota Yogyakarta juga didorong tak hanya sebagai pusat ibadah, tapi juga pusat pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Emil: Standar Adil dalam Kepemimpinan adalah Syariat“Ini adalah kesempatan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat. Beberapa kampung memulai kegiatan Pasar Ramadhan,” katanya dikutip siaran media Pemkot Yogyakarta, Kamis (7/4/2022).
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu menuturkan Pasa Sore Kampung Jogokariyan menjadi pemicu semangat para UMKM untuk bangkit setelah terpuruk selama pandemi Covid-19. Pemkot bersama Baznas sedang mencoba membuat model masjid mana yang bisa dikembangkan menjadi role model pusat pertumbuhan ekonomi bagi masjid-masjid lain.
Selain menggelar Pasar Sore, Kampung Ramadhan Jogokariyan juga memiliki beragam agenda keagamaan. Ada kajian sore setiap menjelang berbuka puasa, pengajian berkisah untuk anak.
Baca Juga: Subhanallah, Jamaah Subuh Jogokariyan Membludak Hingga ke Jalan Masjid Jogokariyan juga menyediakan 3.000 porsi takjil dan santapan buka puasa yang dimasak oleh ibu-ibu PKK Jogokariyan yang terdiri dari perkumpulan empat RW secara bergilir. Menu yang disajikan sangat beragam, beberapa menu terlihat cukup istimewa, yakni tongseng ayam, bestik galantin hingga bakmoy sapi dan telur.
Agenda lainnya adalah tarawih ala Madinah setiap Kamis malam, kajian tarawih, JogoTalk, dan Dalan Bali Series. Semuanya dibingkai dalam kemeriahan desain dan dekorasi khas Kampung Ramadhan Jogokariyan yang mewarnai jalan-jalan di Jogokariyan.
Baca Juga: Muhammadiyah Dirikan Wasola di Malaysia, Bukan Sekedar Bisnis Tapi Diplomasi Kuliner(zhd)