LANGIT7.ID, Jakarta - Acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng yang digelar PDIP Perjuangan di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung berlangsung gayeng.
Kegiatan yang digelar BAMUSI dan Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan ini dihadiri ratusan kader PDIP Perjuangan dan masyarakat umum.
Emha Ainun Najib atau dikenal dengan Cak Nun mengungkapkan, dengan menyetujui undangan Megawati Soekarnoputri, bukan berarti ia bergabung ke partai berlogo kepala banteng tersebut. Namun dia beralasan untuk belajar bersama agar PDI-P dan seluruh kadernya lebih peduli terhadap rakyat Indonesia.
Baca juga: Malam Ini, PDIP Gelar Sinau Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng"Apakah kalau saya masuk kandang banteng saya akan jadi banteng juga? Ketika saya masuk PDIP dan diundang Bu Mega, apa berarti saya pro PDI? saya pro pada kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Cak Nun dalam acara Sinau Bareng Cak Nun di Komplek Masjid At-Taufiq, Jakarta Selatan, dan disiarkan Bamusi TV, Ahad (10/4/2022).
"Saya mau menemani PDIP atau kelompok lainnya selama mereka berjuang untuk rakyat Indonesia," imbuhnya.
Cak Nun menilai hal tersebut penting diketahui karena selama ini seringkali masyarakat Indonesia salah berpikir dan memandang hitam putih terhadap sebuah fenomena.
Menurutnya, yang terpenting adalah kebersamaan rakyat dan bangsa Indonesia. "Ini adalah acara hati nurani rakyat Indonesia," ujarnya.
Dalam acara Sinau Bareng Cak Nun ini, banyak hal yang dibahas. Salah satunya soal makna ucapan kalimat Allahu Akbar yang seringkali disalah artikan. Menurutnya makna Allahu Akbar bukan untuk pamer dan unjuk kekuatan ataupun mengancam siapapun.
Baca juga: Tombo Ati, Intisari Al-Quran-Hadits Karya Sunan Bonang "Allahu Akbar itu kesadaran ke dalam dirimu, saat kau mengagumi kebesaran Allah dan ciptaannya, sehingga engkau memasukkan Allahu Akbar ke dalam dirimu," katanya.
Cak Nun menjelaskan perumpaan mengucapkan Allahu Akbar dalam takbiratul ihram shalat. Gerakan tersebut mengisyaratkan perintah Allah kepada manusia untuk instospeksi diri dan merenungi segala keagungan Allah.
"Jadi takbir adalah perjalanan renungan ke dalam jiwamu. Bukan pamer, bukan mengancam kepada siapapun," tuturnya.
(sof)