LANGIT7.ID - , Jakarta - Perusahaan makanan asal Italia Ferrero menarik distribusi produk Kinder Surprise di tujuh negara Eropa lantaran diduga terkontaminasi bakteri salmonella yang berbahaya bagi tubuh manusia.
Kini, Singapura juga ikut menarik produk tersebut dengan alasan serupa. Di Indonesia, Badan POM RI memandang perlu juga untuk menarik produk
Kinder Surprise ini.
Salmonella merupakan bakteri gram negatif yang berbentuk seperti batang. Dapat menginfeksi tubuh manusia terutama di bagian pencernaan.
dr Sungadi Santoso mengatakan bakteri salmonella dapat menyebabkan penyakit demam
thypoid. Menurut dia, gejala demam
thypoid ini tidak terlalu khas. Dan biasanya mirip dengan demam berdarah.
Baca juga: Solusi Demam Anak, Perhatikan Aturan Pakai Paracetamol"Gejalanya yang pertama adalah panas tinggi atau yang kita sebut dengan demam tinggi. Kemudian, gejala lainnya karena terinfeksi, maka tubuh kita biasanya menjadi lemas, lalu nafsu makan hilang susah makan, minum juga tidak mau, biasanya terkena dehidrasi, jika lebih parah kita bisa pingsan," ujar dr Sungadi dikutip dari SB30 Health, Senin (11/4/2022).
Lalu, tambahnya, ada juga gejala lain yang disebut dengan bradikardi relatif. Biasanya kenaikan suhu tubuh diikuti dengan kenaikan denyut nadi.
"Namun pada penyakit ini agak aneh. Karena ketika suhu tubuh Anda naik atau demam, namun denyut nadi anda tidak ikut naik. Itulah sebabnya disebut dengan bradikardi relatif," katanya.
Gejala lain yang ditunjukkan oleh tubuh antara lain, lidah yang gemetar saat dijulurkan dan di tengahnya terdapat lapisan putih, seperti jaket.
Selanjutnya, tutur dr Sungadi terdapat gejala lain juga yang tidak khas yakni badan terasa sakit, kepala juga, serta sendi-sendi juga terasa sakit.
"Hal ini biasanya terjadi pada mereka yang terinfeksi. Dan akibatnya, mood juga berubah, nafsu makan menurun, dan lainnya. Ketika Anda mengalami hal ini, alangkah baiknya segera pergi ke dokter untuk diperiksa," ucapnya.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika positif terinfeksi salmonella dan terkena demam thypoid?
Menurut dr Sungadi, pertama yang harus dilakukan adalah ikuti nasihat dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk dikonsumsi.
"Ketika diberikan antibiotik untuk konsumsi, jangan main-main. Misal hari ini diminum, besoknya tidak, lusa diminum dan seterusnya. Jadi bakterinya akan resisten terhadap antibiotik yang diberikan," kata dr Sungadi.
Baca juga: Jangan Panik, Ini 8 Cara Ampuh dan Cepat Atasi DemamLebih lanjut, dr Sungadi berkata jika ke dokter, biasanya mereka akan menyarankan Anda untuk mengurangi serat.
"Ketika terinfeksi salmonella maka usus Anda akan rentan. Jadi perlu diistiratkan," tuturnya.
Caranya bagaimana? dr Sungadi menuturkan jangan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah-buahan yang memiliki serat tinggi. Karena takutnya akan memperparah kondisi usus Anda.
Terkait pencegahannya, dr Sungadi mengatakan ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terinfeksi bakteri salmonella.
Jaga kebersihanCara pertama adalah menjaga kebersihan, terutama tangan. Jadi sebelum makan, sebaiknya Anda cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Jangan makan makanan mentahHindari makan makanan mentah, terkecuali Anda tahu bahan makanan tersebut bebas kontaminasi dari bakteri salmonella dan bakteri-bakteri lainnya.
"Saya tidak ingin Anda makan makanan mentah tersebut, kemudian pada keesokan harinya atau lusanya Anda mengalami diare," ujar dr Sungadi.
Kemudian, hal lain yang bisa dilakukan adalah sisa makanan Anda harus ditutup. dr Sungadi berkata jangan biarkan ia terbuka, karena nanti bisa terkontaminasi. Mungkin melalui debu, atau dihinggapi lalat.
Masak sendiriUsahakan masak sendiri di rumah, ketika Anda masak daging dan sayur, sebelum dimasak tentunya Anda cuci terlebih dahulu, kemudian dipotong-potong .
Baca juga: Manfaat Baca Al-Quran untuk Kesehatan, Bagus saat Berpuasa"Nah, saran saya adalah pada saat memotong daging, gunakan dua talenan yang berbeda. Kenapa? Karena pada saat memasak daging, prosesnya itu lebih lama daripada Anda memasak sayur. Apalagi Anda menggunakan talenan tersebut untuk memotong buah," katanya.
"Takutnya, kuman atau bakteri salmonella pada daging tersebut akan mengkontaminasi sayuran dan buah-buahan Anda. Jadi sebaiknya talenannya dipisah, kalau perlu siapkan pisau yang berbeda," pungkas dr Sungadi.
(est)