LANGIT7.ID, Jakarta -
Data Analyst Continuum Data Indonesia, Natasha Yulian, membeberkan hasil analisis kondisi masyarakat terkait fenomena kenaikan harga-harga bahan pokok, terkhusus komoditas.
“Kenaikan harga-harga di bulan puasa dan menjelang hari raya disebutkan menjadi ‘
double killed’ atau pukulan ganda kepada masyarakat,” kata Natasha dalam diskusi Continuum INDEF, Kamis (14/4/2022).
Natasha mengungkapkan, kenaikan minyak goreng (64,29%) menjadi kenaikan paling tinggi dari enam bahan pokok lainnya seperti daging, Pertamax, daging ayam, LPG non subsidi, dan kedelai.
Baca juga: Kenaikan Harga dalam Pandangan Islam: Boleh Naik, AsalMasyarakat menumpahkan keresahan mereka ke sosial media terkait kenaikan harga tersebut. Hal itu menjadi bahan analisis Continuum Data Indonesia untuk mengetahui respon masyarakat secara umum terkait kenaikan harga.
Proses analisis data pendapat masyarakat di sosial media dilakukan dengan menyimak beberapa cuitan
netizen di media sosial. Setelah itu dilakukan pembersihan cuitan media dan
buzzer, sehingga tercapai
buzzer free.
Lalu, dilakukan analisis eksposur perbincangan, analisis sentimen dan analisis topik perbincangan. Perbincangan kenaikan harga-harga tercatat memuncak pada 31 Maret 2022.
Profil data perbincangan pada 30 Februari sampai 10 April 2022 terekam berasal dari 95.057 perbincangan 81.083 akun Twitter. 76 persen berasal dari Pulau Jawa, terutama Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten.
53 persen perbincangan berisi respons masyarakat terhadap kenaikan harga Pertamax (52.103 cuitan), lalu minyak goreng (37.857), LPG (4.522), daging (10.800, dan kedelai (625).
69 persen perbincangan berisi keluhan masyarakat terhadap kenaikan harga terhadap berbagai komoditas di pasaran. Kedelai memiliki respons positif lebih besar. Sentimen negatif terjadi pada harga daging 88,57 persen, Pertamax 84,87 persen, LPG 83,99 persen, dan minyak goreng 69,285 persen.
65 persen perbincangan mengaitkan kenaikan harga komoditas dengan Presiden Joko Widodo (17.277 cuitan), mengaitkan dengan Erick Thohir (2790), LBP (2705), Basuki Tjahaja (2127), M Lutfi (747), Puan Maharani (491), Airlangga (320) dan Megawati (262).
“Joko Widodo (53,1), Erick Thohir (21,85), dan Basuki Tjahaja (17,8%) menjadi tokoh paling dikaitkan dengan kenaikan harga Pertamax. LBP (45,8%) dan Joko Widodo (35,3%) menjadi tokoh paling dikaitkan dengan kenaikan harga LPG,” tutur Natasha.
Baca juga: Sikap Mandiri dalam Islam, Ini Harapan Rasul terhadap UmatnyaKemudian, perbincangan terkait minyak goreng didominasi oleh permintaan menindak mafia migor (26,36 persen) dan penjelasan terkait kenaikan harganya (21,05 persen). Harga minyak goreng naik rakyat menjerit (20,27 persen), kejutan Ramadhan sama dengan harga minyak goreng naik dan sembako naik (17,54 persen).
“Respon masyarakat terkait BLT minyak goreng diperbincangkan oleh 24.429 pembicaraan dari 15.541 akun. Per tanggal 31 Maret 22 – 11 April 2022, dengan cuitan positif sebanyak 56,5 persen dan negatif sebanyak 43,5 persen,” kata Natasha.
(jqf)