Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ramadhan Bukan Bulan Biasa, Muslim Harus Punya Pola Hidup Berbeda

Muhajirin Jum'at, 24 Maret 2023 - 06:00 WIB
Ramadhan Bukan Bulan Biasa, Muslim Harus Punya Pola Hidup Berbeda
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ramadhan bulan mulia yang penuh rahmat dan ampunan. Maka itu, setiap muslim semestinya memiliki pola hidup yang berbeda ketika memasuki bulan Ramadhan. Sangatlah merugi jika Ramadhan tidak mengantarkan seorang hamba sampai ke derajat takwa.

Dari Ibnu Abbas RA berkata:

كان النبي صلى الله عليه وسلم أجود الناس بالخير وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل فيدارسه القرآن وكان جبريل عليه السلام يلقاه كل ليلة في رمضان حتى ينسلخ يعرض عليه النبي ﷺ القرآن فإذا لقيه جبريل عليه السلام كان أجود بالخير من الريح المرسلة

“Adalah Nabi SAW orang yang paling dermawan dalam kebaikan dan sifat dermawannya semakin bertambah pada bulan Ramadhan tatkala malaikat Jibril menemui beliau mengajarkan Al-Qur’an. Jibril AS biasa mendatangi beliau setia malam bulan Ramadhan hingga berakhirnya bulan tersebut. Apabila Jibril menjumpai beliau, maka beliau sangat dermawan kepada kebaikan melebihi angin yang berhembus.” (HR Bukhari dan Muslim).

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri menjelaskan, hadits di atas merupakan anjuran agar umat Islam memiliki pola hidup berbeda pada bulan Ramadhan ketimbang hari-hari biasa. Jika di bulan lain kita bersedekah biasa saja, maka di bulan Ramadhan menjadi sangat dermawan. Jika kita di hari biasa sekadar membaca Qur’an, di bulan Ramadhan bisa khatam berkali-kali.

Baca juga: Jangan Loyo, Simak Tips Bugar saat Ramadhan dari Dokter Olahraga

“Para ulama ketika mengomentari hadits ini mengatakan, semestinya setiap muslim memiliki kehidupan berbeda di bulan Ramadhan. Pola hidup berbeda. Aktivitas berbeda. Konsep hidup harus berbeda,” kata Ustadz Nuzul Dzikri, dalam kajian tematik di kanal YouTube-nya, Kamis (24/3/2023).

Imam Asy-Syafi’i mengatakan, seorang hamba seharusnya menambah kebaikan saat Ramadhan dan menambah kedermawanan dalam rangka mengikuti Rasulullah SAW.

Pada Ramadhan pula banyak orang yang memiliki kebutuhan untuk mencukupi hajat-hajat mereka. Itu karena mereka benar-benar sibuk dengan shalat, puasa, dan ibadah lain sehingga memangkas waktu mencari nafkah.

“Maka, kita harus mendukung orang-orang seperti itu, karena mereka mengubah pola hidup mereka. Mereka lebih banyak baca Qur’an, lebih banyak waktu untuk shalat sehingga mereka memangkas waktu mereka untuk mencari nafkah, dan mereka tidak meminta-minta, tapi kita harus peka,” kata Ustadz Nuzul Dzikri.

Tak seharusnya seorang muslim hanya mengandalkan sahur dan buka puasa lalu beraktivitas seperti hari-hari biasa. Harus ada perubahan, pola hidup yang berbeda, dengan meningkatkan produktivitas ibadah.

Sufyan Ats-Tsauri, salah seorang ulama besar ketika memasuki bulan Ramadhan meninggalkan berbagai aktivitas lalu fokus membaca Al-Qur’an.

Saat masuk malam pertama Ramadhan, murid-murid Imam Bukhari berkumpul lalu shalat tarawih dengan membaca 20 ayat setiap rakaat. Begitu terus sampai khatam.

Ramadhan merupakan momen orang-orang shalih. Bulan yang ditunggu para wali Allah.

Baca juga: Food Combining, Perhatikan Hal Ini di Menu Sahur dan Buka Puasa

“Di ramadhan, mari lebih bertakwa kepada Allah, maksimalkan bulan ini, Nabi saja, yang sudah dijamin masuk surga, mengubah pola di bulan ini. Amal shaleh dan kebaikan beliau lebih masif dari angin yang berhembus, dan ini pelajaran bagi kita,” kata Ustadz Nuzul Dzikri.

Mu'alla bin Assad mengingatkan setiap muslim untuk membangunkan keluarga menghidupkan qiyamul lail, ibadah, taqarrub kepada Allah, karena bisa jadi tidak bertemu Ramadhan mendatang. Maka perbanyak bekal kebaikan pada bulan ini.

“Setan-setan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, apa alasan kita tidak merubah pola kita di bulan ini? Semoga Allah memberi taufik dan kita maksimalkan bulan ini sebaik-baiknya,” tutur Ustadz Nuzul Dzikri.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)