LANGIT7.ID, Jakarta - Australia kembali membuka Pasar Ramadhan terbesar di Sydney. Pasar yang berlangsung di kawasan Lakemba sebulan penuh itu sempat tutup selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.
Lakemba adalah kawasan yang terletak tidak jauh dari Sydney, ibu kota New South Wales. Kawasan itu dikenal dengan penduduk yang memiliki latar belakang beragam.
Pemerintah setempat memperkirakan 1 juta pengunjung bakal meramaikan Pasar Ramadhan ini, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. Terlebih, pasar itu kini sangat ramai dengan para pedagang.
Dari awalnya satu jalan yang digunakan untuk menjual makanan, Lakemba sekarang sudah menjelma menjadi tempat tujuan berkunjung di Australia untuk merayakan Ramadhan.
Nick Molodysky, seorang kreator konten sosial media, yang tinggal di Sydney dan fasih berbahasa Indonesia menceritakan, pasar malam di Lakemba bagus untuk komunitas muslim. Ada banyak makanan khas dari berbagai negara di pasar tersebut.
Baca juga: Kelana Ramadhan, Program Kemenparekraf Gerakkan Ekonomi Rakyat“Contohnya, orang Islam dari Pakistan mungkin jarang makan martabak telur, atau orang Islam dari Indonesia juga bisa mencicipi makanan khas Pakistan,” kata Nick, dikutip
ABC News, Sabtu (16/4/2022).
Martabak telur menjadi salah satu makanan yang paling diincar oleh pengunjung asal Indonesia. Begitu juga dengan burger unta. Soal harga, makanan dan minuman yang ditawarkan sangat terjangkau. Harga minuman di kisaran AU$5 dan makanan antara AU$8-10.
Warga Indonesia yang tengah berada di Australia juga sangat senang dengan Pasar Ramadhan tersebut. Seperti yang dirasakan Fery Ripai, WNI yang tengah sekolah dan bekerja tidak jauh dari Lakemba.
“Namun saya lihat yang jualan martabak telur ini bukan orang Indonesia, tapi orang Burma,” kata Fery. Dia mengaku benar-benar merasakan suasana Ramadhan di kawasan tersebut, meski umat Islam minoritas di sana.
Sementara, Hafiz Lidinillah, seorang warga Indonesia lainnya sudah hampir empat tahun tinggal di Lakemba. Dia tengah menempuh studi doktoral di bidang hukum di Western Sydney University.
Dia sudah berkunjung ke Pasar Ramadhan untuk membeli makanan. Dia tinggal sekitar 10 menit jalan kaki dari rumahnya. Dia menantikan pasar itu untuk mencicipi makanan halal yang melimpah.
Salah satu makanan yang paling Hafiz sukai adalah hidangan burger unta. Jenis makanan itu tidak ada di Indonesia. Dia juga suka spinning potato (kentang yang digoreng ditusuk seperti sate).
Pemandangan Pasar Ramadhan itu mengingatkan Hafiz dengan pasar Bendungan Hilir di Jakarta. Sebab, ia merupakan pemuda Indonesia asal Karet Tengsin, Jakarta Pusat.
Baca juga: Cerita Umat Kristen Palestina Berbagi Takjil untuk Buka PuasaMakanan yang dijual di Pasar Ramadhan sangat istimewa dan enak. Kebanyakan tidak bisa ditemukan di Indonesia, sebab jajanan yang dijual memang berasal dari Timur Tengah, seperti kopi pasri dari Yordania atau kunefa dari Palestina.
Namun ada juga masalah dari negara yang banyak memiliki warga muslim seperti India, yang menawarkan hidangan kari atau masala. Intinya, jika berkunjung ke pasar ini, Anda akan merasakan petualangan kuliner yang sangat mengasyikkan.
(jqf)