Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita
Ramadhan di Seluruh Dunia

Keseruan Pasar Ramadhan di Sydney, Bisa Cicipi Burger Unta

Muhajirin Sabtu, 16 April 2022 - 21:00 WIB
Keseruan Pasar Ramadhan di Sydney, Bisa Cicipi Burger Unta
Foto: istimewa
LANGIT7.ID, Jakarta - Australia kembali membuka Pasar Ramadhan terbesar di Sydney. Pasar yang berlangsung di kawasan Lakemba sebulan penuh itu sempat tutup selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Lakemba adalah kawasan yang terletak tidak jauh dari Sydney, ibu kota New South Wales. Kawasan itu dikenal dengan penduduk yang memiliki latar belakang beragam.

Pemerintah setempat memperkirakan 1 juta pengunjung bakal meramaikan Pasar Ramadhan ini, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. Terlebih, pasar itu kini sangat ramai dengan para pedagang.

Dari awalnya satu jalan yang digunakan untuk menjual makanan, Lakemba sekarang sudah menjelma menjadi tempat tujuan berkunjung di Australia untuk merayakan Ramadhan.

Nick Molodysky, seorang kreator konten sosial media, yang tinggal di Sydney dan fasih berbahasa Indonesia menceritakan, pasar malam di Lakemba bagus untuk komunitas muslim. Ada banyak makanan khas dari berbagai negara di pasar tersebut.

Baca juga: Kelana Ramadhan, Program Kemenparekraf Gerakkan Ekonomi Rakyat

“Contohnya, orang Islam dari Pakistan mungkin jarang makan martabak telur, atau orang Islam dari Indonesia juga bisa mencicipi makanan khas Pakistan,” kata Nick, dikutip ABC News, Sabtu (16/4/2022).

Martabak telur menjadi salah satu makanan yang paling diincar oleh pengunjung asal Indonesia. Begitu juga dengan burger unta. Soal harga, makanan dan minuman yang ditawarkan sangat terjangkau. Harga minuman di kisaran AU$5 dan makanan antara AU$8-10.

Warga Indonesia yang tengah berada di Australia juga sangat senang dengan Pasar Ramadhan tersebut. Seperti yang dirasakan Fery Ripai, WNI yang tengah sekolah dan bekerja tidak jauh dari Lakemba.

“Namun saya lihat yang jualan martabak telur ini bukan orang Indonesia, tapi orang Burma,” kata Fery. Dia mengaku benar-benar merasakan suasana Ramadhan di kawasan tersebut, meski umat Islam minoritas di sana.

Sementara, Hafiz Lidinillah, seorang warga Indonesia lainnya sudah hampir empat tahun tinggal di Lakemba. Dia tengah menempuh studi doktoral di bidang hukum di Western Sydney University.

Dia sudah berkunjung ke Pasar Ramadhan untuk membeli makanan. Dia tinggal sekitar 10 menit jalan kaki dari rumahnya. Dia menantikan pasar itu untuk mencicipi makanan halal yang melimpah.

Salah satu makanan yang paling Hafiz sukai adalah hidangan burger unta. Jenis makanan itu tidak ada di Indonesia. Dia juga suka spinning potato (kentang yang digoreng ditusuk seperti sate).

Pemandangan Pasar Ramadhan itu mengingatkan Hafiz dengan pasar Bendungan Hilir di Jakarta. Sebab, ia merupakan pemuda Indonesia asal Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Baca juga: Cerita Umat Kristen Palestina Berbagi Takjil untuk Buka Puasa

Makanan yang dijual di Pasar Ramadhan sangat istimewa dan enak. Kebanyakan tidak bisa ditemukan di Indonesia, sebab jajanan yang dijual memang berasal dari Timur Tengah, seperti kopi pasri dari Yordania atau kunefa dari Palestina.

Namun ada juga masalah dari negara yang banyak memiliki warga muslim seperti India, yang menawarkan hidangan kari atau masala. Intinya, jika berkunjung ke pasar ini, Anda akan merasakan petualangan kuliner yang sangat mengasyikkan.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)