LANGIT7.ID, Jakarta - 10 malam terakhir Ramadhan identik dengan ikhtiar menyambut lailatul qadar. Rasulullah mengisyaratkan malam mulia seribu bulan itu jatuh pada malam-malam ganjil.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibunda Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Berdasarkan penetapan awal Ramadhan 1443 H yang jatuh pada 3 April 2022, malam ganjil pada 10 terakhir Ramadhan dimulai pada Jumat (22/4/2022). Malam 21 Ramadhan jatuh pada Jumat malam-Sabtu dini hari, 22-23 April.
Malam 23 Ramadhan jatuh pada Ahad malam-Senin dini hari, 24-25 April. Malam 25 jatuh pada Selasa malam-Rabu dini hari, 26-27 April. Malam 27 Ramadhan jatuh pada Kamis malam-Jumat dini hari, 28-29 April. Malam 29 Ramadhan jatuh pada Sabtu malam-Ahad dini hari, 30 April-1 Mei 2022.
Baca juga: 5 Amalan Lailatul Qadar Berdasar HaditsImam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin berpendapat, jatuhnya lailatul qadar bisa dilihat dari hari pertama Ramadhan. Berikut penjelasannya:
1. Hari pertama Ramadhan jatuh pada malam Ahad atau Rabu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 29 Ramadhan.
2. Jika malam pertama Ramadhan jatuh pada malam Senin, maka lailatul qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan.
3. Jika malam pertama Ramadhan jatuh pada malam Kamis, maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan.
4. Jika malam pertama Ramadhan jatuh pada malam Sabtu, maka lailatul qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan.
Baca juga: 10 Ikhtiar Ibadah untuk Mendapat Lailatul Qadar5. Jika malam pertama Ramadhan jatuh pada malam Selasa atau Jumat, maka lailatul qadr jatuh pada malam 27 Ramadhan.
Syaikh Abul Hasan As-Syadzili Rahimahullah berkata, “Semenjak saya menginjak usia dewasa, Lailatul Qadar tidak pernah melesat dengan jadwal atau kaidah tersebut.”
(jqf)