Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home community detail berita

Ini Cara Mahasiswa Indonesia Lepas Rindu dari Negeri Paman Sam

Muhajirin Jum'at, 06 Mei 2022 - 08:37 WIB
Ini Cara Mahasiswa Indonesia Lepas Rindu dari Negeri Paman Sam
Pria yang akrab disapa Abrory itu menyebut nuansa lebaran di Illinios memiliki kesamaan dengan pelaksanaan lebaran di Indonesia. Hanya saja ada sedikit perbedaan. Foto: Dok Pribadi.
LANGIT7.ID, Jakarta - Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Illinios, sebuah negara bagian Amerika Serikat menggelar tradisi lebaran untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah. Acara yang dilaksanakan baru-baru tersebut digelar secara sederhana.

Kisah perayaan lebaran ini di Illinios diceritakan mahasiswa asal Indonesia, Abrory Agus Cahya Pramana. Pria yang akrab disapa Abrory itu menyebut nuansa lebaran di Illinios memiliki kesamaan dengan pelaksanaan lebaran di Indonesia.

Hanya saja ada sedikit perbedaan. Jika di Indonesia ada cuti Idul Fitri yang ditetapkan pemerintah, di Amerika tidak ada. Selain itu, Idul Fitri juga tidak digelar di tanah lapang, tapi di masjid atau tempat khusus yang telah ditetapkan komunitas muslim.

"Ada sedikit perbedaan dengan di Indonesia. Kebetulan kita lebaran hari Senin, jadi kantor termasuk kampur tidak ada cuti ataupun libur," kata Abrory kepada LANGIT7.ID, Jumat (6/5/2022).

Baca Juga: Lawan Islamofobia, Non Muslim di Dunia Ikut Tantangan Berpuasa

Meski begitu, umat Islam di sana tetap semangat merayakan Idul Fitri. Orang-orang tetap berbondong-bondong datang ke masjid untuk menutup Ramadhan 1443 Hijriyah. Mereka semangat untuk bertemu saudara-saudara muslim dan bertemu dengan komunitas lain.

"Mereka merasakan silaturahim, main ke rumah saudara, family, teman, dan komunitas," tuturnya.

Pelaksanaan shalat Id digelar dua kali, yakni pada pukul 07.30 dan pukul 10.00. Abrory menjelaskan, kloter pertama ditujukan untuk para mahasiswa dan pekerja. Itu dikarenakan tidak ada cuti Idul Fitri di sana.

Sementara, shalat Id untuk pukul 10.00 biasanya dihadiri family atau keluarga yang memiliki waktu luang. Pada waktu itu juga ada zona anak-anak. Panitia lebaran menyediakan tempat khusus untuk anak-anak menikmati Hari Raya Idul Fitri dengan berbagai permainan.

Baca Juga: Antropolog UGM: Istilah Mudik Berasal dari Bahasa Melayu

Pada sore hari, agenda dilanjutkan dengan silaturahmi antarkomunitas muslim. Masyarakat muslim di Amerika, terkhusus WNI, memanfaatkan waktu sore untuk saling mengunjungi, seperti di Indonesia.

"Kalau agenda khusus, kita mengadakan silaturahim bareng, pukul 05.00 sore melaksanakan silaturahim bareng komunitas muslim Indonesia di Amerika, khususnya yang ada di Urbana," ucap Abrory.

Respons Masyarakat Amerika Terhadap Idul Fitri

Abrory menyebut masyarakat nonmuslim di Amerika tidak mempermasalahkan keberadaan umat Islam di sana. Bahkan, mereka welcome dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Mereka sangat toleran dengan perayaan hari kemenangan umat Islam itu.

Begitu pun di dunia kampus. Abrory menceritakan, anak-anak mahasiswa di sana kerap mengajak mahasiswa muslim makan siang bersama selepas Idul Fitri. Ajakan tersebut merupakan bentuk toleran untuk mahasiswa muslim yang sudah menahana lapar dan dahaga selama sebulan, mulai terbit matahari hingga terbenam matahari.

Cara Melepas Rindu dari Negeri Seberang

Sangat wajar jika Abrory merasakan kerinduan terhadap keluarga di kampung halaman. Kendati begitu, dia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan itu. Seorang muslim meyakini, selalu ada hikmah yang tersebar di jalan-jalan kebaikan.

"Kata Imam Syafi'i, 'kalau kita tidak bisa menemukan keluarga kita di suatu negeri, maka Insya Allah akan menggantikan dengan keluarga yang lain'," tutur Abrory.

Perkataan Imam Syafi'i itu terbukti. Abrory mengaku kehadiran umat muslim menjadi keluarga baru di Amerika. Di sisi lain, teknologi juga memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung.

Baca Juga: Innalilahi, Aktris Senior Mieke Widjaja Tutup Usia

"Kita bisa video call, ada juga zoom. Jadi silaturahmi virtual," tuturnya.

Soal makanan, saat ini juga sudah semakin mudah. Banyak Bahan makanan bisa ditemukan di pasar-pasar atau supermarket. Jadi, WNI yang kangen kuliner Indonesia bisa membuat makanan ala Indonesia, seperti opor ayam.

"Jadi kalau makanan sudah tidak bisa, paling perbedaan rasa, kalau di kampung kan biasanya ada sanak keluarga, tapi di sini hanya dengan teman-teman mahasiswa, dan mungkin bersama umat muslim yang sudah lama ada di sini," ucap Abrory.

Ramadhan yang Sangat Berkesan

Abrory menceritakan, salah satu momen sangat berkesan saat Ramadhan 1443 H adalah saat menjadi moderator kajian di salah satu kegiatan muslim. Ada satu pesan penting dari sang pemateri.

Abrory mengatakan, Ramadhan memang bulan ibadah, tapi tidak boleh hanya jadi eforia satu bulan saja, harus berlanjut. Dia menyebut lebih baik istikamah pada satu amalan kecil, ketimbang melaksanakan amalan besar tapi hanya bulan Ramadhan saja.

"Entah dari hal terkecil, tapi kita istikamah, dan ahirnya menjadi amalan yang kita lakukan terus menerus," tutur Abrory.

Baca Juga: Tafsir Surat Al-Ala ayat 14-15: Beruntunglah Orang yang Menyucikan Diri

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)