LANGIT7, Jakarta - Berbagai aneka hidangan Lebaran yang menggugah selera memang tidak bisa dihindari untuk disantap. Namun Sahabat
Langit7 juga perlu waspada, jangan sampai usai Lebaran, badan malah semakin lebar-an.
Ustadz Febri Sugianto menuturkan, umat yang merayakan hari kemenangan bukan berarti secara bebas membuka keran (makan) hingga akhirnya menyebabkan badan menjadi semakin lebar alias gemuk. Menurutnya, untuk dapat menjaga dan mengontrol pola makan, umat dianjurjan untuk melanjutkan puasa Ramadhan dengan enam hari puasa sunnah di bulan Syawal.
Baca Juga: 5 Keutamaan Puasa Syawal, Tanda Ibadah Ramadhan Diterima hingga Sehatkan Pencernaan"Lebaran bukan untuk melebarkan badan, tapi lebaran tetap menjadi kontrol untuk kita bisa sehat," katanya dikanal YouTube Ustadz Febri Sugianto, dikutip Kamis (5/5/2022).
"Selain melanjutkan enam hari puasa Syawal, masyarakat juga harus menjaga pola makan agar menjadi kebiasaan baik," ucapnya.
Penanggung jawab di Rumah Sehat Eliman itu juga mengatakan, pola makan sehat bisa dilakukan melalui sahur dan berbuka. Sebisa mungkin mengonsumsi banyak sayur dan buah.
Baca Juga: Banyak Santan, Ini 5 Tips Konsumsi Makanan Lebaran ala Pakar UNAIR"Juga jangan lupa olahraga, karena di bulan Syawal banyak makan-makanan yang berlemak. Jadi sebaiknya hati-hati jangan sampai godaan ini justru menyia-nyiakan pembelajaran saat Ramadhan," ungkapnya.
Dia menambahkan, Syawal bukan berarti pesta membuka keran secara keseluruhan. Namun, Syawal menjadi lanjutan untuk mengontrol diri sekaligus membuktikan hasil didikan saat Ramadhan.
"Kita buktikan di bulan Syawal untuk menjaga, termasuk shalat, olah raga, dan menjaga pola makannya. Jadi jangan biarkan badan kita lebar gara-gara makan apa yang ada di depan atau lingkungan kita," ujarnya.
Baca Juga:
4 Ragam Kuliner Pengganti Ketupat, Bestie Pilih yang Mana?
Resep Buras, Makanan Khas Suku Bugis Selalu Warnai Lebaran
Tips Sehat Konsumsi Makanan Bersantan saat Lebaran(asf)