LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam Indonesia kehilangan salah satu muslimah hebat yaitu Nyai Hj Lily Chodidjah Wahid. Adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini merupakan aktivis sekaligus politisi yang vokal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Almarhumah mempunyai amalan rutin yang dilakukan tiap kali bangun tidur. Dia menyebut amalan tersebut menjadi salah satu ikhtiar dalam mencari solusi tiap masalah yang dihadapi.
Amalan tersebut ialah membaca Ummul Qur'an, Surah Al-Fatihah, setelah membaca doa bangun tidur. "Kita lanjutkan dengan niat
Fatihah li ridhaillah," kata Lily Wahid saat mengisi pembekalan calon Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang pada Oktober 2021 lalu, dikutip kanal YouTube NU Online.
Dia menjelaskan, membaca Surah Al-Fatihah dengan niat mendapatkan ridha Allah Ta'ala setiap bangun tidur akan dimudahkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dia menyampaikan hal tersebut berdasarkan pengalaman mengamalkan amalan tersebut.
Baca Juga: Mengenang Lily Wahid: Adik Kandung Gus Dur dan Politisi dengan Bakat Seni
"Insya Allah kalau ini kita istiqamah menjalankannya,
mudawwamah, insya Allah kita terjaga bahwa Allah akan selalu meridai apa yang kita jalani," kata putri kelima pasangan KH Abdul Wahid hasyim dan Nyai Hj Solichah Bisri itu.
"Kalaupun ada persoalan yang menerpa diri kita, mudah-mudahan Allah akan mudahkan untuk bisa mengatasinya.
Fatihah li rdihaillah itu memudahkan. Insya Allah memudahkan apa yang kita jalani setiap hari," ucap Lily.
Menurut dia, tidak ada yang bisa menjaga seseorang kecuali pertolongan Allah Ta'ala. Terlebih dalam berjuang dalam sebuah organisasi keagamaan seperti NU, mengursi masyarakat, agama, dan negara.
"Kita itu dari awal memang niat kita berjuang untuk agama, untuk Indonesia ini memang betul-betul
lillah dan tidak mengharapkan apa-apa," ucap Lily.
Lily Wahid meninggal dunia pada usia 74 tahun pada Senin (9/5/2022) pukul 16.28 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Semasa hidup, adik KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu sangat aktif berkegiatan di NU. Sejak masih duduk di bangku sekolah, dia telah aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Dia juga tercatat pernah menjadi Ketua Induk Koperasi Annisa Muslimat Nahdlatul Ulama.
(jqf)