Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Hati-hati, Mencari Ilmu untuk Dunia Bisa Merusak Ilmu

Muhajirin Selasa, 17 Mei 2022 - 18:30 WIB
Hati-hati, Mencari Ilmu untuk Dunia Bisa Merusak Ilmu
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Menuntut ilmu, terlebih ilmu agama adalah kewajiban bagi umat Islam. Dalam menuntut ilmu ada rambu-rambu penting yang harus diperhatikan oleh para penuntut ilmu.

Salah satu rambu penting dalam menuntut ilmu adalah soal niat. Ustadz Budi Ashari, menegaskan, niat mencari dunia merupakan perusak utama ilmu. Niat mencari ilmu harus benar-benar karena Allah Ta'ala, tidak boleh dicampur-aduk dengan niat yang lain.

"Perusak ilmu adalah ketika niatnya cari dunia. Itu adalah perusak utama ilmu, maka Nabi SAW mengancam dengan neraka," kata Budi Ashari dalam tausiahnya di Masjid Al Irsyad Surabaya, dikutip Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: 4 Cabang Ilmu dalam Islam yang Penting Dipelajari Setiap Muslim

Dalam Kitab at-targhib wa Tarhib disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barangsiapa belajar suatu ilmu untuk mencari ridha Allah (ternyata) tidak mempelajari ilmu itu kecuali supaya mendapatkan harta benda, maka orang itu tidak akan mendapatkan bau surga di hari kiamat."

Para ulama juga telah menguraikan beberapa perusak-perusak ilmu di antaranya, pertama, kelalaian. Lalai menjadi penghalang terbesar bagi para tholabatul ilmi untuk memahami ilmu yang dipelajari.

"Janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai." (QS Al-A'raf: 205).

Kedua, ujub (merasa diri besar). Ujub termasuk penyakit yang kadang tidak disadari oleh penderitanya. Syaikhul Islam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata, "Tidak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan daripada ujub dan berlebihan memandang jasa diri." (Al-Fawa'id)

Ujub atau sombong dapat merusak keikhlasan, sehingga ilmu yang dipelajari tidak berkah. Sedangkan lawan dari ujub adalah tawadhu (rendah hati).

Ketiga, mengandalkan logika. Beragama dengan otak-atik otak juga termasuk perusak yang sangat berbahaya. Orang seperti ini biasanya lancang mendahului Allah dan Rasul-Nya atau lebih menuruti kebiasaan daripada mengikuti petunjuk dalil-dalil Al-Qur'an dan Sunnah sesuai bimbingan para salaf.

Baca Juga: Cara Cerdas agar Ilmu Bermanfaat Dunia dan Akhirat

Allah Ta'ala mengingatkan, "Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya, bertakwalah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Hujurat: 1).

Al-Imam Al-Auza'i berkata, "Wajib engkau berpegang dengan atsar sekalipun orang-orang menolakmu dan hati-hatilah engkau dari logika-logia orang meskipun mereka menghiasinya dengan berbagai omongan. Karena perkara agama ini telah sangat jelas dengan atsar dan bila engkau beragama di atas dasar atsar itu, maka engkau akan berjalan di atas jalan yang lurus." (Al-Adab As Syar'iyyah).

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)