LANGIT7.ID, Jakarta -
Singapura memiliki hubungan harmonis dengan Israel. Dua negara itu sudah menjalin hubungan diplomatik selama lebih dari setengah abad. Pada Maret 2022, Singapura juga telah membuat kantor Kedutaan Besar di Tel Aviv, Israel.
Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengabarkan keputusan tersebut kepada Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, dalam sebuah pertemuan di Yerusalem.
Melansir thediplomat.com, dua negara ini memang dikenal memiliki kedekatan erat, sebagai negara kecil yang dikelilingi negara-negara mayoritas muslim. Bahkan, sebelum menjalin hubungan diplomatik pada 1969, Singapura-Israel membentuk kemitraan militer rahasia.
Baca Juga: Alasan Pemerintah Singapura Tolak UAS: Anggap Ekstremis dan Pro Palestina
Pada 2021 lalu, sejarawan Dhevarajan Devadas dalam sebuah ulasan di akun twitter menulis, angkatan pertama perwira Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) dilatih instruktur Israel. Singapura juga mengadopsi sistem wajib militer dan cadangan Layanan Nasional yang digunakan Israel.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) juga memiliki kontribusi besar terhadap SAF seperti penggunaan senapan M-16. IDF juga membantu membentuk sekolah penerbangan dasar dan sekolah angkatan laut.
Sejak saat itu, Singapura telah menjadi salah satu pelanggan senjata terbesar Israel. Negara itu membeli persenjataan senilai $551 juta pada periode 1999-2018.
Di sisi lain, Singapura juga mendukung solusi dua negara atas konflik Israel-Palestina. Solusi dua negara menjadikan Israel bisa mencaplok separuh wilayah Palestina secara sah, sebuah solusi yang ditentang keras pejuang Palestina.
Baca Juga: Palestina Merdeka Pertanda Kiamat, Benarkah Demikian?
Singapura tidak mengakui Negara Palestina, tidak seperti negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Indonesia dan Malaysia, tapi telah memberikan bantuan dan bentuk bantuan teknis lainnya kepada Otoritas
Palestina.(jqf)