Din Syamsuddin: Islamofobia Merupakan Sumber Malapetaka Peradaban
Jaja SuhanaKamis, 26 Mei 2022 - 12:29 WIB
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin menghadiri Doha International Interfaith Conference, 24-25 Mei 2022. Foto: istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin menghadiri Doha International Interfaith Conference, 24-25 Mei 2022. Dalam acara tersebut Din Syamsuddin menjelaskan, Islamofobia dan label-label tertentu terhadap suatu kelompok merupakan sumber malapetaka peradaban.
Menurut Din, para pelaku Islamofobia adalah kaum perusak. Karenanya ia menekankan bahaya ujaran kebencian terutama dalam ranah agama.
"Ujaran kebencian bertentangan dengan ajaran agama manpun. Dalam Islam seorang muslim dianjurkan untuk mengatakan yang baik, atau lebih baik diam," ujar Din dalam keterangannya kepada Langit7, Kamis (26/5/2022).
Menurut Guru Besar Fisip UIN Jakarta itu, ujaran kebencian lahir dari rasa ketakutan atau inferioritas terhadap kelompok lain. "Maka, sejatinya ujaran kebencian, apapun bentuknya adalah sikap irasional yang hanya dilakukan oleh orang-orang pengecut yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Din mengajak umat manusia untuk menjunjung kebenaran dan mencintai perdamaian. Dia juga mengajak melawan kelompok-kelompok pemecah belah bangsa.
"Menghadapi kelompok-kelompok pengecut, cukup disambut dengan tertawa sambil didoakan untuk mendapat hidayah Ilahi. Terhadap yang keterlaluan, memang pantas diadukan ke proses hukum," tuturnya.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.