LANGIT7.ID, Palembang - Saat berkunjung ke Kota Palembang, Sobat Langit7 wajib mencoba kuliner halal yang satu ini. Namanya, martabak Haji Abdul Rozak (HAR) yang sudah ada sejak tahun 1997 silam.
Martabak satu ini memang terkenal akan kelezatannya. Dengan lapisan kulit yang khas seperti yang ada di India, Sobat Langit7 bisa menikmati olahannya sesuai selera, baik dengan telur ayam maupun telur bebek.
![Martabak HAR, Kuliner Halal yang Wajib Dicoba Saat ke Palembang]()
Di dalam kuah yang begitu kental dengan isian daging, makan martabak HAR makin memanjakan lidah Sobat Langit7 saat menikmatinya.
Apalagi, aroma khas rempahnya yang begitu nikmat dengan campuran cuka dan cabai yang sudah dipotong-potong membuat martabak ini tiada duanya.
Bagi Sobat Langit7 yang ingin mencoba kuliner itu saat berkunjung ke Kota Pempek tentunya cukup mudah dijumpai karena martabak HAR ini memiliki banyak cabang.
Kuliner yang legendaris tersebut bisa dijumpai di depan Masjid Agung Palembang yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, di Simpang Sekip Palembang di Jalan Jenderal Sudirman, kemudian di Matabak HAR Street di Jalan R Soekamto.
Pemilik Martabak HAR Street, M Taufiq Muntanzar, mengatakan pihaknya kini menghadirkan menu baru. Tujuannya, agar para pelanggan lebih banyak pilihan.
“Jadi, sekarang bukan cuma martabak telur saja, tapi kini ada menu martabak mozarella, martabak ayam geprek dan martabak mie dengan pelengkap kuah kari khas Martabak HAR,” ujar dia, Selasa (3/8).
![Martabak HAR, Kuliner Halal yang Wajib Dicoba Saat ke Palembang]()
Menurutnya, makin beragamnya menu yang ditawarkan tentu membuat konsumen yang ada di rumah selama pemberlakuan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) saat ini bisa memiliki banyak pilihan. “Soal harga dan rasa kami jamin bisa cocok di lidah masyarakat,” kata dia.
Selama PPKM pun, kata dia, pesanan secara online maupun take away mengalami peningkatan, khususnya saat akhir pekan.
“Kalau akhir pekan sendiri bisa sampai 150 pesanan. Itu berbeda jauh dari hari-hari biasa. Karena makan di tempat belum diizinkan, kita lebih memperbanyak promo-promo menarik pada aplikasi pesan antar-makanan secara online,” tutup dia.
(zul)