LANGIT7.ID, Jakarta - Khalifah keempat Ali bin Abi Thalib
radiallahu anhu pernah menjelaskan pentingnya pentingnya adab dan ilmu bagi seorang muslim. Salah satunya dalam menafsirkan Al-Qur'an surat At Tahrim ayat enam.
قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا
Artinya: "Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."
Menurut Ali
karramallahu wajhah, makna ayat di atas, yakni
addibhum waallimhum, didiklah mereka dengan adab dan ilmu. Dengan begitu anggota keluarga akan memiliki pemahaman yang baik tentang agama dan berakhlak mulia.
Baca Juga: Tafsir Al-Jumuah Ayat 10: Perintah Bertebaran di Muka Bumi Setelah BeribadahPeran pemimpin keluarga sangat penting dalam mendidik anggota keluarga tentang agama dan adab. Agar kelak saat dewasa menjadi pribadi yang baik dan diridai oleh Allah.
Bila diuraikan, ada beberapa pelajaran penting dari ayat di atas menurut Ali. Berikut ulasannya:
1. Bimbing keluarga agar memiliki adab yang baikAdab menurut Ali lebih utama dari ilmu. Sebab dengan adab seseorang akan memperlakukan orang lain dengan baik.
Adab dalam hal ini bukan hanya sekadar hubungan dengan sesama manusia. Namun juga adab terhadap Sang Pencipta, tidak berbuat syirik, termasuk bagaimana tata cara beribadah yang baik kepada-Nya.
2. Bekali keluarga dengan ilmuDengan ilmu anggota keluarga dapat mengetahui mana yang hak dan mana yang batil. Karena itu, ilmu merupakan bekal penting yang harus diberikan kepada anggota keluarga. Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa Allah Swt akan memudahkan jalan menuju surga bagi penuntut ilmu.
3. Mengajak keluarga selalu taat kepada AllahDi antara tantangan dalam mendidik keluarga adalah menjaga konsistensi dalam taat kepada Allah. Karena konsistensi membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh. Maka pemimpin rumah tangga tak boleh sekalipun berhenti mengingatkan ketaatan.
4. Menjauhkan keluarga dari maksiatTugas penting lainnya seorang pemimpin rumah tangga adalah menjauhkan keluarga dari maksiat. Seperti mencuri, zina, berbuhungan dengan sesama jenis (LGBT), dan sebagainya. Karena perbuatan tersebut termasuk dosa-dosa besar yang dibenci Allah.
Baca Juga: Ditemani Nasaruddin Umar, Mesut Ozil Shalat Jumat di IstiqlalBaca Juga: Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Swiss, Ini Kronologinya(zhd)