LANGIT7.ID, Jakarta -
Pancasila merupakan falsafah negara yang menjadikan dasar nilai norma untuk mengatur pemerintahan atau penyelenggaraan, termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lalu muncul pertanyaan di tengah masyarakat, mana yang harus dipilih pedoman Pancasila atau
pedoman Al-Quran?
Penceramah, Buya Yahya menegaskan, pertanyaan tersebut menyesatkan masyarakat. Sebab, antara Al-Quran dan Pancasila dianggap seolah-olah bertentangan.
"Artinya bukan yang ditanya yang bermasalah, tapi pertanyaan itu sendiri yang bermasalah, atau mungkin yang bertanya hal ini," kata dia dikanal YouTubenya, Rabu (1/6/2022).
Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Begini SejarahnyaPengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini mengungkapkan, Al-Quran, Islam, dan Pancasila bukanlah sebuah pertentangan. Sehingga tidak harus dipilih salah satunya.
"Kalau ada yang bertanya pilih Pancasila atau Al-Quran, maka yang bertanya yang bermasalah. Karena seolah-olah dia mempermasalahkan salah satu di antara kedua pilihan ini," katanya.
Bahkan, lanjut dia, pertanyaan semacam ini bisa menimbulkan fitnah. Adapun jika hanya ingin menguji wawasan kebangsaan seseorang, bisa menanyakan perihal lain, seperti kelima sila, UUD 45, dan lainnya.
"Jadi siapa pun yang menyampaikan pertanyaan ini, kami mohon maaf, bahwa pertanyaan semacam ini tidak benar dan bisa menjadi fitnah," katanya.
Terlebih, akan berbahaya ketika seseorang menjawab di antara salah satunya. Misalnya saja ketika ada yang memilih Pancasila, maka seolah-olah dia tidak memilih Al-Quran.
Sebaliknya, jika ada yang memilih Al-Quran maka seolah-olah dia tidak Pancasilais. Menurutnya, pertanyaan semacam ini cukup unik dan memang tidak perlu dipilih.
"Jadi pertanyaan yang salah ini tidak perlu dijawab, karena antara Al-Quran dan Pancasila tidak bertentengan. Al-Quran adalah kitab suci sebagai pegangan, sementara Pancasila sebagai dasar negara. Semuanya kita ambil dan kita pakai sebagai seorang muslim dan warga negara," ujarnya.
(bal)