Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Umat Islam Harus Sikapi Covid-19 dengan Aqidah yang Benar

Muhajirin Rabu, 04 Agustus 2021 - 09:30 WIB
Umat Islam Harus Sikapi Covid-19 dengan Aqidah yang Benar
ilustrasi penyikapan covid-19 dengan aqidah yang benar, tetap ikhtiar bermasker san di rumah saja sembari terus berdoa kepada Allah SWT (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, menilai pandemi Covid-19 memunculkan kembali pola pikir dari aqidah menyimpang seperti mu’tazilah, jabariyah dan qadariyah. Fenomena tersebut dapat dilihat dari reaksi masyarakat dalam memandang pandemi.

Dia menyebut ada masyarakat yang memandang covid-19 sebagai hukuman dari Allah SWT. Ada pula yang mengatakan sebagai musibah. Kelompok lain menyebut wabah dari Wuhan, Cina itu merupakan peristiwa alam biasa.

“Cara menyikapinya juga sangat beragam dan cara penyikapan itu mengingatkan kita pada diskursus klasik tentang perdebatan-perdebatan teologi Islam seperti antara mu’tazilah, jabariyah, dan kelompok Ahlussunnah,” kata Mu’ti dikutip laman resmi Muhammadiyah, Rabu (4/8/2021).

Kelompok jabariyah berpandangan fatalistik yang pasrah terhadap keadaan. Mereka menganggap covid-19 sudah ketentuan Allah namun enggan berikhtiar. Lalu kelompok mu’tazilah dan qadariyah menganggap covid-19 murni ulah manusia, bukan kehendak Allah.

Namun, kata Mu’ti, ada kelompok Ahlussunnah dengan aqidah lurus yang menyebut covid-19 merupakan kehendak Allah SWT, dan manusia berkewajiban untuk berikhtiar. Kelompok itu berusaha mendapatkan takdirNya yang terbaik. Memang, kata dia, ketika qadha dan qadarNya berlaku, maka manusia harus menerima takdir tersebut, karena itu merupakan ketetapan yang terbaik.

“Kalau kita membaca Al-Qur’an maka ada sebagian manusia itu yang berimannya kepada Allah itu ‘ala harfin, berimannya itu di pinggir-pinggir saja, setengah-setengah saja. Yang kalau mereka itu diuji dengan musibah yang baik mereka diam saja tetapi ketika mereka diuji dengan musibah yang tidak baik mereka balik pandang dan menyalah-nyalahkan keadaan dan sebagainya,” tutur Mu’ti.

Mu’ti mengajak masyarakat menganggap covid-19 sebagai bagian dari musibah atau ujian dari Allah SWT. Sebuah ujian yang tidak bisa ditolak. Pandemi covid-19, kata dia, merupakan cara Allah meningkatkan kemuliaan dan ketinggian martabat manusia Indonesia sebagai bangsa. covid-19 pula menjadi ujian untuk keimanan manusia.

“Pandemi ini adalah ujian keimanan bagi kita semua. Tapi ini juga bagian dari ujian yang kalau kita mampu melaluinya maka kita akan tampil dan bangkit sebagai umat dan bangsa yang bermartabat karena dengan musibah pandemi ini kita melakukan riset-riset, penelitian-penelitian dan kemudian bisa memberikan yang terbaik untuk layanan kemanusiaan,” kata Mu’ti.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)