LANGIT7.ID, Jakarta -
Dampak nikotin bagi kesehatan jarang sekali diketahui. Senyawa kimia ini sering dianggap berbahaya bagi tubuh dan dikaitkan dengan kondisi buruk
para perokok.
Nikotin memang dilabeli sebagai senyawa berbahaya yang memicu berbagai penyakit. Namun ada fakta menarik yang diungkap Ahli Toksikologi Universitas Airlangga (Unair) mengenai nikotin.
Berikut dampak nikotin menurut pakar dari Unair Shoim Hidayat, dilansir
Antaranews:
Baca Juga: Rokok Elektrik Lebih Sehat, Siapa Bilang? Ini Faktanya1. Nikotin memiliki dampak pada tubuhNikotin merupakan sumber yang paling kaya nikotin. Sama halnya dengan kafein, nikotin bersifat stimulan ringan dan adiktif, sehingga dapat menimbulkan efek ketergantungan.
Namun senyawa ini sering dituduh berbahaya. Jika dikonsumsi dalam dosis rendah, nikotin dapat menimbulkan rasa nyaman, rileks, bahkan bisa membantu penggunanya lebih fokus.
2. Nikotin tidak bersifat karsinogenikNikotin memang dapat menyebabkan ketergantungan, namun tidak tergolong penyebab penyakit terkait merokok. Hal ini karena dikonsumsi dalam bentuk dibakar.
Senyawa-senyawa bersifat toksik yang berpotensi menimbulkan penyakit berbahaya pada perokok, termasuk dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker yang memicu penyakit jantung.
3. Nikotin vs TARPada saat merokok, perokok melakukan proses pembakaran tembakau dengan suhu lebih dari 600 derajat Celsius untuk bisa menikmati nikotin yang terdapat pada rokok.
Proses pembakaran di suhu tinggi tersebut rokok menghasilkan asap yang didalamnya juga terdapat TAR. Asap dan TAR tersebut ikut terhirup sampai masuk ke dalam paru-paru.
Di dalam TAR terdapat senyawa HPHC, khususnya senyawa karsinogen dan senyawa-senyawa yang memengaruhi jantung.
"Jadi yang perlu dipahami bahwa senyawa kimia yang berbahaya dan berpotensi berbagai penyakit berbahaya itu TAR, bukan nikotin," ujar Shoim.
(bal)