LANGIT7.ID, Jakarta - Kepala Pusat kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana menyampaikan tiga pesan bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan.
Menurut Budi,
ibadah haji tahun 1443 H/2022 M dilakukan di masa pandemi Covid-19 sehingga petugas kesehatan haji harus meningkatkan kewaspadaannya.
"Pesan pertama, tetap patuh pada protokol kesehatan selama menjalankan tugas sebagai PPIH di Arab Saudi," Kata Budi Kamis (9/6/2022).
Menurutnya, selain risiko tertular Covid-19 para petugas juga memiliki risiko untuk tertular penyakit MERS-COV sehingga keduanya dapat dicegah dengan menerapkan prokes secara disiplin.
Baca juga:
Baca Juga: Agar Koper Tidak Dibongkar, Kemenag Minta Jemaah Haji Patuhi Ketentuan Barang Bawaan"Pencegahannya sama kurang lebih pakai masker, selain cuci tangan, jaga kebersihan, juga pakai masker dengan baik. Di Saudi tetap aja pakai masker, pesan ini juga berlaku untuk para jemaah haji," ujarnya.
Pesan kedua, para PPIH juga diminta untuk tidak menunggu haus serta selalu disiplin dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sebab perbedaan suhu yang begitu ekstrim di Arab Saud mempunyai suhi yang tinggi dengan disertai kelembaban yang rendah.
"Sehingga rentan tidak hanya bagi jemaah, juga bagi Petugas terserang dehidrasi. Jangan sampai malah petugas kita tumbang dan dirawat di KKHI” ujar Budi.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan para petugas untuk pandai dalam mengatur waktu istirahat
Ketiga, petugas juga diminta untuk terus mengingatkan jemaah agar fokus pada ibadah yang sifatnya wajib, terutama di fase armuzna, hal tersebut mengingat kondisi fisik yang prima menjadi kunci bagi jemaah haji bisa menjalankan fase wajib haji dengan baik. Dengan demikian, aktivitas ibadah lain yang bersifat sunnah dapat disesuaikan dengan kondisi fisik jemaah.
Baca juga:
Update Hari ke-5 Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 Hijriah“Saya minta petugas terus ingatkan agar jemaah fokus dulu ke proses armuznanya. Jemaah masih banyak waktu untuk ibadah sunnah. Tapi armuzna nya difokuskan dulu. Kalau bisa 2-3 hari sebelumnya armuzna, jemaah istirahat dulu. Siapkan dulu kondisinya betul betul fit" ungkap Budi.
(sof)