Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Bonding Kuat Orang Tua dan Anak Cegah Kejahatan Seksual

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 11 Juni 2022 - 11:05 WIB
Bonding Kuat Orang Tua dan Anak Cegah Kejahatan Seksual
Menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan membuat bonding kuat bisa menjauhkan anak dari kekerasan seksual. Foto: Pixabay
LANGIT7.ID - , Jakarta - Tingkat kasus kekerasan seksual pada perempuan di Indonesia lebih tinggi dibanding laki-laki. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) membagikan data dari 9.745 kasus kekerasan seksual dialami oleh 1.529 korban laki-laki dan 9.037 kasus dengan korban perempuan.

Dari jumlah kasus yang dialami perempuan, 49,9 persen korban dalam rentang usia 0-17 tahun. Ini menandakan seriusnya kasus kekerasan seksual pada anak di Tanah Air.

Baca juga: UGM Deklarasi Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Koordinator Jaringan Muda Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Indonesia Suci Susanti menekankan pentingnya peranan orang tua dalam pencegahan kasus kekerasan seksual pada anak.

Menurut Suci, peran orang tua tak hanya menciptakan rumah yang nyaman bagi anak, tapi juga aman. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan membuat bonding atau ikatan dengan anak. Menciptakan bonding, menurut Suci, antara orang tua dengan anak tidaklah sulit. Komunikasi merupakan kunci untuk itu.

"Jangan irit berbicara kalau sudah di rumah. Artinya sempatkan waktu untuk berbicara kepada anak atau deep talk. Deep talk ini bukan hanya antara suami dan istri tetapi juga antara orang tua dan anak," ujar Suci dalam acara bertajuk "Mencegah Anak Dari Korban Kejahatan Seksual," Jumat (10/6/2022).

Selain itu, orang tua wajib memberikan waktu untuk anak menyampaikan apa saja yang ingin ia sampaikan. Caranya dengan mengajak mereka berkomunikasi setiap harinya.

Untuk memulainya bisa dilakukan ketika mereka pulang dari suatu tempat seperti sekolah. Orang tua bisa kegiatan di sekolah dan perasaan si anak saat menjalani harinya.

Baca juga: Nonton Film Porno Sejak Dini, Pemicu Tindakan Pelecehan Seksual

"Ingat, jangan tanyakan soal Pekerjaan Rumah (PR) sebab itu termasuk pertanyaan yang menguras otak dan tenaga mereka," lanjut Suci.

Menurut Suci, saat anak pulang sekolah yang dibutuhkan adalah pelukan dari orang tua. Bukan pertanyaan yang memberatkan atau menguras otak si anak.

"Anak-anak itu kan kalau pergi sekolah tasnya berat, jadi ketika mereka pulang sekolah dan sampai ke rumah rasanya tentu lelah. Jadi yang mereka butuhkan itu hanya pelukan dari orang tua bukan memberikan mereka pertanyaan-pertanyaan yang menguras otak. Jangan seperti itu," lanjut dia.

Lebih lanjut, Suci menegaskan orang tua zaman sekarang harus memiliki visi dan misi. Misalnya visi masuk surga bersama keluarga. Di sini orang tua harus menciptakan lingkungan yang nyaman dan mempraktekkan kewajiban agama, seperti shalat atau hal-hal baik lainnya.

"Tidak perlu jauh-jauh lakukan di lingkungan rumah saja. Ini mungkin terlihat terlalu ideal tetapi bisa dipraktekkan. Jika kita benar-benar ingin yang terbaik untuk anak," tuturnya.

Seperti mengajarkan hal-hal sederhana, ketika masuk kamar yang bukan miliknya harus izin terlebih dulu. Atau menyontohkan untuk memakai baju di dalam rumah jangan terlalu membuka aurat hingga penggunaan internet penting untuk dikenalkan dan diajarkan pada anak.

Lingkungan rumah dan keluarga yang seperti ini, menurut Suci bisa mencegah terjadinya pelecehan seksual.

Baca juga: Hati-hati, Ini 5 Dampak Toxic Parenting pada Anak

"Penggunaan internet ini usahakan disediakan di tempat berkumpulnya anggota keluarga, sehingga ketika mereka menggunakan gadget, mereka akan terkumpul di satu tempat dan kita sebagai orang tua mudah memantaunya," katanya.

"Ini khusus untuk anak-anak yang masih kecil. Jangan biarkan anak yang masih belum bisa membedakan benar dan salah untuk menggunakan gadget tanpa pantauan orang tua," pungkas Suci.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)