LANGIT7.ID - , Jakarta -
Toxic parenting tidak hanya jika orang tua melakukan kekerasan fisik seperti memukul, membentak dan lainnya.
Toxic parenting juga bisa dikatakan jika orang tua melakukan hal-hal yang merusak atau menyebabkan mental anak terganggu.
Lantas, apa saja gangguan psikologis yang mungkin terjadi pada anak yang memiliki
toxic parents? Spesialis ilmu kedokteran jiwa, dr Kresno Mulyadi mengungkapkan setidaknya ada lima dampak negatif
toxic parenting yang akan dialami oleh anak.
Baca juga: Apakah Anda Termasuk Toxic Parents? Kenali Tanda-TandanyaMudah cemasPertama, anak menjadi mudah cemas. Menurut dr Kresno, rasa cemas berlebihan memiliki dampak yang tidak baik bagi anak.
"Apakah baik bagi anak-anak masa kini yang tumbuh dengan self confidence atau kepercayaan diri tinggi? Tentunya perlu di waspadai," ujar dr Kresno dalam webinar online bertajuk "
Healthy Parenting vs Toxic Parenting," Sabtu (23/4/2022).
"Jangan sampai anak cenderung menyimpan emosional cemas ini, tanpa adanya kejujuran untuk menyampaikan kepada siapapun, terutama kepada orang tua," lanjut dia.
Rasa bersalah berlebihanAnak akan memiliki rasa bersalah berlebihan jika apa yang mereka lakukan, membuat orang tua marah atau tidak suka. Akibatnya apa?
Self-confidence mereka akan turun.
Rendah diriBerikutnya, memiliki rasa rendah diri atau menganggap diri rendah. Anak akan merasa bahwa dirinya tidak bisa apa-apa, padahal anak tersebut cerdas.
"Pola asuh orang tua, yang selalu mengatur anak dan akan memarahi mereka ketika apa yang diinginkan tidak mampu terpenuhi, membuat anak menjadi rendah diri dan menganggap diri mereka bodoh," ucap dr Kresno.
DepresiPenyebab
toxic parents lainnya yakni memicu depresi. dr Kresno menuturkan jangan sampai anak-anak yang seharusnya menjadi individu berkualitas di masa depan menjadi depresi karena tekanan orang tua.
Baca juga: Toxic Parenting, Orang Tua Ternyata Bisa 'Durhaka' Pada AnakAnak yang awalnya memiliki
self confidence baik ketika sering direndahkan atau tidak dihargai, cenderung akan tidak bersemangat bahkan tidak memiliki harapan-harapan kedepannya. Jadi jangan sampai hal seperti ini sedikitpun terjadi pada anak.
Kesehatan fisik memburukKemudian, memburuknya kesehatan fisik. Fisik dan mental sangat berkaitan erat. Ini terkadang diistilahkan sebagai psikosomatik, yakni kondisi yang menggambarkan saat munculnya penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh kondisi mental.
"Contohnya, saya, jika ada masalah psikologis dampaknya terhadap fisik saya jadi saya terus terang gampang pusing kalau terlalu banyak pikiran," pungkasnya.
(est)