Wabah PMK, Peternak Terpaksa Sembelih Puluhan Sapi Hindari Kerugian
fajar adhityaKamis, 16 Juni 2022 - 06:35 WIB
Sapi yang dibeli Presiden Jokowi untuk dijadikan hewan kurban di peternakan di Jalan Pangeran Ayin, kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sako, Kota Palembang. (ANTARA/M Riezko Bima EP/21)
LANGIT7, Jakarta - Ketua Dewan Pemimpin Pusat Komunitas Sapi Indonesia (KSI), Budiono menyayangkan lambannya pemerintah mengendalikan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Para peternak harus mengalami kerugian dan merelakan hewan ternaknya disembelih.
Budiono mencontohkan, penanganan wabah PMK di wilayah Jawa Timur. Sampai saat ini belum ada langkah pemerintah yang nyata dalam penanggulangan wabah PMK.
“Setiap hari saya melihat 50 sampai 70 ekor sapi antri untuk dipotong demi menekan kerugian para peternak,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Ombudsman RI, Rabu (15/6/2022).
Dia mengatakan, guna mencegah penularan PMK, para peternak mengobati sapinya secara mandiri. Hal ini tentu menambah beban biaya operasional peternakan.
“Teman-teman peternak juga mengobati sapi-sapinya secara mandiri. Wabah ini sudah sangat menyebar,” kata Budiono.
Budiono berharap Ombudsman dapat mendorong pemerintah untuk segera menyalurkan vaksinasi ternak dan juga menyediakan obat-obatan bagi hewan ternak yang sudah terjangkit.
Sementara itu, Dewan Penasehat KSI Rohadi Tawab mengatakan pemerintah daerah kesulitan dalam sisi pendanaan penanganan wabah PMK. Obat-obatan sangat langka, dan apabila ada harganya sangat mahal.
“Apabila ini dinyatakan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) maka dapat menggerakkan masyarakat maupun stakeholder lebih luas lagi,” ujarnya.