LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI melakukan langkah-langkah bilateral untuk meredam diskriminasi dan kriminalisasi terhadap muslim India.
"Saya kira pemerintah (Indonesia) dalam hal ini perlu juga melakukan pembicaraan bilateral dengan India, agar segera menghentikan. Kan Menteri Luar Negeri kita sudah memanggil Dubes India, sudah mengingatkan ini," kata Sudarnoto kepada LANGIT7.ID saat ditemui di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022).
Baca Juga: 2 Remaja Muslim Tewas dalam Aksi Protes Penghinaan Rasulullah di India
Dia menilai, negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) perlu mengadakan pertemuan tingkat menteri untuk membicarakan hal tersebut. Ini karena beberapa negara OKI sudah mengeluarkan kecaman terhadap masalah tersebut, terutama saat terjadi penghinaan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan politisi Bharatiya Janata Party (BJP).
"Bahkan (negara-negara) non-OKI juga sudah menyampaikan keprihatinan yang mendalam. Saya juga usulkan agar pemerintah kita agar semakin proaktif untuk menangani isu muslim di India ini," kata Sudarnoto.
Di sisi lain, Sudarnoto juga mengomentari perihal langkah-langkah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang belum membuahkan hasil. PBB terkesan tidak bertindak tegas. Hal tersebut tidak terlepas dari Amerika Serikat.
"Dosanya ada di Amerika. Saya sudah bilang, lewat surat kami, itu kalau seandainya Amerika sedikit saja merubah haluan politik di luar negeri, dengan arah yang adalah perdamaian, kemanusiaan, dan keadilan itu akan mendatangkan perubahan," ucapnya.
PBB tidak bisa bertindak tegas selama Amerika masih menggunakan gaya geopolitik lama. Hak veto PBB atas permasalahan ini juga tidak memiliki pengaruh besar. Dia mengatakan, veto tidak bisa digunakan untuk menangani isu-isu yang menyangkut hidup mati banyak orang.
"Genosida itu jangan sampai dibikin veto," tutur Sudarnoto.
Atas dasar itu, Sudarnoto melalui MUI pernah menyarankan agar negara-negara besar seperti anggota OKI membentuk kekuatan baru untuk menyampaikan hal tersebut kepada Amerika. Amerika perlu diingatkan agar mengubah haluan politik luar negerinya.
Baca Juga: Demo Kecam Penghina Rasulullah di India, 200 Muslim DitangkapTerlebih momentum untuk menyampaikan hal itu ada, yakni dengan adanya perang Rusia-Ukraina. Dia menilai, perang Rusia-Ukraina membuat Amerika kerepotan. Amerika kehabisan waktu, energi, dan dana.
"Seharusnya ini menjadi pelajaran buat Amerika, pergeseran geopolitik seharusnya membuat Amerika sadar untuk melakukan perubahan gaya politik luar negeri. Indonesia bisa lakukan, negara-negara OKI, atau negara-negara lain," kata Sudarnoto.
(jqf)