LANGIT7.ID - , Jakarta - International Diabetes Federation (IDF) mencatat ada 537 juta orang dewasa (umur 20-79 tahun) atau 1 dari 10 orang hidup dengan
diabetes di seluruh dunia pada tahun 2021.
Namun, seringkali orang tidak menyadari gejala dari penyakit diabetes. Sehingga akibatnya terlambat mengetahui dirinya terkena penyakit diabetes.
Dokter Spesialis Bedah Plastik dr Ni Made Swantara mengatakan ada cara untuk mengetahui apakah kita menderita diabetes atau tidak. Menurut dia, ada tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes, yakni 3P; Poliuria, Polidipsia, dan Polifagia.
Baca juga: Bolehkah Penderita Diabetes dan Kardiovaskular Berpuasa?Poliuria adalah kondisi ketika seseorang
buang air kecil lebih sering. Sedangkan polidipsia merupakan kondisi ketika seseorang merasa sangat kehausan dan biasanya diikuti dengan mulut yang kering terus-menerus.
Dan gejala ketiga adalah polifagia atau kondisi medis ketika seseorang merasa sangat kelaparan atau mengalami peningkatan nafsu makan yang lebih besar dari biasanya.
"Meskipun belum tentu ada orang yang banyak makan, minum, kencing berarti diabetes tapi yang tanda klasiknya itu 3P," kata dr Made dalam webinar awam bagi Penderita Diabetes dan Keluarga, Sabtu (18/6/2022).
Selain tiga gejala tadi, dr Made juga mengingatkan untuk mencurigai diabetes dengan melihat riwayat keturunan. Bila ada keturunan, dr Made menyarankan untuk memeriksakan diri ke dokter sejak dini.
"Kita bisa mencurigai bahwa kita terkena diabetes ketika kita memiliki riwayat keturunan. Misal ada keluarga yang mengalami diabetes, tidak harus dari kandung seperti sepupu, kakek, nenek dan lainnya. Jika ada salah satu dari mereka terkena diabetes, maka kita sebaiknya periksa ke dokter sejak awal," ucapnya.
Baca juga: Jaga Kadar Gula, Ini Menu Sahur dan Berbuka Penderita DiabetesMenurut dr Made, yang paling akurat harus memeriksa secara rutin kadar
gula darah puasa. Ia mengakui memang aat ini ada alat-alat untuk mengukur sendiri di rumah, tetapi itu hanya diarahkan bagi penderita diabetes yang terdiagnosis. Bagi yang belum tahu, sebaiknya memeriksakan darah puasa ke laboratorium.
"Jadi tidak bisa dikira-kira kita ini gula darah atau tidak. Sebaiknya kita sadar, semakin bertambahnya umur maka, sebaiknya check up karena diabetes tipe 2 itu bukan karena keturunan tetapi karena pola hidup," kata dr Meda.
dr Meda menjelaskan, pola hidup yang kurang baik dan usia yang semakin bertambah juga memiliki pengaruh besar dalam peningkatan kadar gula darah.
Baca juga: 6 Risiko Penyakit Diabetes Pengaruhi Kesehatan Wanita"Biasanya yang tadinya selnya bagus, karena pola hidupnya tidak baik, maka gula darahnya tidak bisa masuk ke sel, dan itu semua bukan terjadi karena keturunan," pungkasnya.
(est)