LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam pernah menjadi
fattah atau penguasa peradaban. umat Islam pernah menempati puncak kegemilangan yang memiliki dampak luar biasa ke seluruh dunia. Namun sayang kondisi umat Islam saat ini berada dalam kemunduran.
Founder Sirah Community Indonesia, Ustadz Asep Sobari, mengatakan, latar belakang kegemilangan umat Islam bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, keberhasilan umat Islam mengeluarkan umat manusia dari era jahiliyah. Kedua, transisi dari era jahiliyah ke Islam.
“Ternyata, umat Islam membuktikan manusia bisa maju dan gemilang. Maka kemudian, Islam memimpin dunia. Sampai umat Islam mundur. Ketika umat Islam mundur, peradaban Barat yang muncul. Ketika Barat yang muncul, dia dalam posisi berlawanan dengan Islam,” kata Asep Sobari di Sirah TV, Selasa (21/6/2022).
Baca Juga: Belajar Islam di Spanyol, Kala Muslim Jadi Ujung Tombak Peradaban
Pemikiran Asep Sobari ini berdasarkan buku yang ditulis Abu al-Hasan Ali an-Nadawi berjudul Apa Kerugian Dunia Akibat Kemunduran Umat Islam? yang diterbitkan pada 1950 di Mesir.
Abu al-Hasan merupakan ulama asal India yang memiliki kepakaran di bidang sejarah. Dia juga menulis Sirah Nabawiyah dan buku-buku sejarah lain. Buku itu sangat unik, karena membaca peradaban Barat dari kacamata Barat.
Sebab, Abu Al-Hasan menulis buku tersebut saat Inggris menjajah India. Semua buku baru yang terbit di Inggris, otomatis bisa dinikmati di Inggris. Sehingga, Abu A-Hasan bukan orang kagetan membaca pemikiran Barat.
Hal paling menarik adalah ketika Abu Al-Hasan mengeluarkan pernyataan yang sangat berani. Pernyataan itu berdasarkan fakta sejarah menggunakan metode penafsiran sejarah saat membuat judul.
Baca Juga: Islam Selaras dengan Perkembangan Sains dan Teknologi
Judul buku tersebut berdasarkan latar belakang ide yang luar biasa. Selama ini, sejarah Islam ditulis sebagai salah satu bagian peristiwa yang ada di dunia. Terutama saat umat Islam mulai terpuruk yang diikuti banyak peristiwa besar di dunia.
Dalam pemikiran banyak orang, peristiwa-peristiwa besar itu seperti Perang Dunia membawa dampak kepada Umat Islam. Abu Al-Hasan memiliki perspektif berbeda. Posisi umat Islam tidak bisa ditempatkan sebagai sesuatu yang biasa dan sama dengan lain. Apalagi diposisikan hanya terdampak dari peristiwa di sekitarnya.
“Seharusnya, peristiwa sejarah ini dilihat dari posisi umat Islam sebagai penentu, peradaban Islam sebagai penentu. Artinya, apa dampak peradaban Islam terhadap dunia?” tutur Ustadz Asep.
Pertanyaan itu bisa ditempatkan pada posisi positif dan negatif. Ketika umat Islam berada di puncak kegemilangan, maka pengaruhnya terhadap dunia mudah dilacak. Umat Islam sebagai penentu dan yang menentukan peristiwa lain di sekitarnya.
Baca Juga: Budaya Ilmu Tinggi, Kunci Peradaban Islam Bisa Kuasai Dunia
“Jadi, sebenarnya persoalan dunia dengan segala kekacauannya akibat kemunduran umat Islam. Bukan umat Islam mundur karena peristiwa-peristiwa di sekitarnya. Bukan begitu,” kata Asep Sobari.
Dunia ini rugi kalau umat Islam mundur. Ini sangat beralasan. Sebab, umat Islam merupakan umat yang diberi amanah untuk mengusung atau pengemban risalah Allah di muka bumi.
Sebagai khalifah di muka bumi, maka tentu menjadi sentral penentu segala peristiwa yang terjadi di dunia. Ketika umat Islam menunaikan amanah itu, maka kegemilangan peradaban Islam akan melahirkan rahmat bagi semesta alam,
rahmatan lil-alamin.
“Jadi, ketika Islam ini gemilang, maka itulah
rahmatan lil-alamin. Semua terkena dampaknya. Ketika, umat Islam mundur, dunia ikut mundur,” kata Asep Sobari.
Baca Juga: Masalah Umat Islam Kini Tak Lagi Mengutamakan Tradisi KeilmuanMemang saat ini terjadi kemajuan di Barat. Tapi tidak boleh dilupakan, Eropa maju karena mendapat pondasi intelektual dan infrastruktur dari umat Islam pada masa kejayaan kekhalifahan.
Justru, peradaban Eropa yang disebarkan ke seluruh dunia saat ini membawa kehancuran. Abu Al-Hasan pada 1944 menegaskan, peradaban Eropa membawa manusia pada jurang kebinasaannya.
“Artinya, manusia ini betul-betul pada titik terendah, terancam dengan kemajuan Eropa ini. Ada nilai-nilai parameternya, kenapa begitu. Kayak sekarang lah. Peradaban barat luar biasa, tapi dampak buruknya kepada umat manusia secara umum itu sangat besar,” kata Asep Sobari.
Baca Juga: Takwa kepada Allah, Kunci Semua Ilmu Pengetahuan
Jadi, sebenarnya kebangkitan peradaban Eropa tidak bisa memberikan apa yang telah diberikan umat Islam. Justru sebaliknya, peradaban Eropa membawa nestapa kepada dunia.
“Nah, maka apa yang dibutuhkan dunia? Kebangkitan umat Islam lagi. Itu yang harus disadari oleh umat Islam itu sendiri,” ungkap Asep Sobari.
(jqf)