LANGIT7.ID - , Semarang -
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut polisi yang menjadi beking dari pelanggaran hukum yang dilakukan masyarakat akan dicap sebagai pengkhianat. Karena itu, Kapolda meminta anggota kepolisian di Jawa Tengah untuk menjalankan tugas dan kewajiban secara profesional.
“Anggota harus bisa menjadi figur yang membawa manfaaat, baik bagi keluarga, institusi dan masyarakat. Urip iku urup. Jangan merasa jumawa, adigang, adigung, dengan jabatan yang diemban apapun itu, dari bintara sampai pati (perwira tinggi),” kata Luthfi saat memimpin apel pasukan di Mapolda Jateng,
Semarang, Senin (27/6/2022).
Baca juga: Masuk Kandidat Pj Gubernur DKI, Begini Respons Kapolda Metro JayaDalam kesempatan tersebut Luthfi meminta anggota polisi wajib memperkuat rasa memiliki atau
sense of belonging dan menjawab marwah institusi Polri.
“Seluruh aspek kehidupan kita bernapaskan Polri. Oleh karenanya jangan menodai korps Bhayangkara yang kita banggakan ini dengan perbuatan yang tidak pantas. Busungkan dada, kita harus bangga!,” tegas Luthfi dikutip Langit7, Selasa (28/6/2022).
Selain itu, Polri diminta hidup dengan penuh rasa syukur dan mengingatkan setiap pekerjaan yang dilakukan dilandasi dengan niat ibadah, agar ada keberkahan.
"Barang siapa yang bersyukur, Insya Allah akan bertambah nikmat dan berkah dari apa yang telah diterima. Jangan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan,” pungkas Luthfi.
Arahan dari kapolda berupa video saat apel yang dibagikan ke sejumlah media sosial itu mendapat tanggapan dari sejumlah netizen. Salah satunya adalah Wijayanto, aktivis pegiat
antikorupsi di Semarang.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Kapolri Instruksikan Kapolda Cek Ketersediaan Minyak Goreng “Baguslah...berarti nggak lama lagi togel, SGP, Hongkong dan Sydney nggak ada lagi di Kota Semarang dan Jawa Tengah @ListyoSigitP @jokowi,” tulis Wijayanto di akun Twitternya.
(est)