LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar Ilmu Al-Qur’an, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, mengatakan, salah satu kelebihan Rasulullah SAW adalah diutus menjadi rahmat bagi semesta alam. Itu merupakan sesuatu yang tidak diberikan kepada nabi-nabi terdahulu.
Nabi terdahulu hanya diutus untuk umat atau kelompok komunitas sendiri. Tapi berbeda dengan Nabi Muhammad SAW yang diberikan keistimewaan menjadi rasul untuk seluruh manusia dan menjadi rahmatan lil-alamin.
“Ada lagi yang namanya Rahmat, ada
bi'tsah ada Rahmat. Adapun
bi'tsah-nya nabi untuk manusia karena beliau nabi akhir zaman dan karena Allah tidak akan ada lagi nabi setelahnya dan Allah tahu karakteristik umat pada akhir zaman berbeda dengan karakteristik pada masa lalu,” kata KH Ahsin Sakho dalam tulisannya, dikutip Senin (4/7/2022).
Baca Juga: Keutamaan Nama Muhammad dan Maria dalam Al-Quran
Rasulullah SAW diutus sebagai
rahmatan lil-alamin. Alam memiliki akar kata dari ilmu. Maka itu, selain membawa ilmu, beliau juga mendidik umatnya untuk berakhlak karimah. Sebagaimana tiga wasiat nabi yang penting, disebutkan dalam sebuah hadits:
عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu'adz bin Jabal
Radhiyallahu Anhu ma dari Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam beliau bersabda : “Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.”
KH Ahsin menjelaskan, arti wasiat nabi itu adalah pergaulan manusia tanpa memandang agama, tanpa memandang ras, dan tanpa memandang apapun. Setiap manusia dianjurkan memperlakukan manusia lain dengan akhlak karimah.
“Makanya umat nabi itu terdiri dari berbagai macam bangsa, dahulu ada sahabat Bilal dari habasyi (negeri Ethiopia) dan banyak sahabat-sahabat nabi yang lain yang bukan dari bangsa Arab, tetapi nabi memperlakukan sahabat-sahabatnya dengan sangat baik sekali meski berbeda kalangan,” ucap KH Ahsin.
Baca Juga: Identitas Agama, Muhammad Jadi Nama Paling Populer di AS dan UK
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
"Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keamanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin" (QS At-Taubah: 128).
Rasulullah merupakan contoh terbaik dalam berbuat baik kepada sesama manusia. Beliau tidak hanya berbuat baik kepada sesama muslim, tapi juga kepada nonmuslim.
“Seperti pada waktu nabi hijrah menggunakan jasa seorang Yahudi yang bernama Abdullah bin quraikhin saat itu masih kafir (nonmuslim), tapi nabi menggunakan dia sebagai petunjuk jalan,” ucap KH Ahsin.
Peran Rasulullah sebagai rahmat bagi alam semesta bukan hanya untuk orang arab saja, kata KH Ahsin Sakho sebab jumlah umat akhir zaman fantastis sangat banyak sekali. Populasi penduduk negara India saja mencapai 1 milyar, demikian pula Cina mencapai 1 milyar.
"Sehingga hidup di negara cina hanya memperbolehkan mempunyai 1 anak saja tidak boleh lebih, karena saking banyaknya,” ucapnya.
Baca Juga: Bani Hasyim Klan Nabi Muhammad Ternyata Punya Kerajaan dan Masih EksisKH Ahsin Sakho menyebut umat akhir zaman unggul dalam bidang teknologi. Dengan teknologi itu, umat akhir zaman mampu mengolah sumber daya alam semesta. Akan tetapi akhlak mereka kurang.
Banyak ilmu pengetahuan berkembang dan dibiarkan begitu saja tanpa kendali agama. Dia mencontohkan upaya ilmuwan kloning makhluk hidup dan berbagai penemuan baru lainnya yang tidak etis dari sisi agama.
Maka etika yang dalam bahasa Islamnya adalah akhlak, sangat diperlukan untuk mengendalikan ilmu pengetahuan.
"Sebab, banyak orang berbuat di luar batas karena merasa sangat pintar. Maka itu, sangat pantas Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak," kaya KH Ahsin.
(jqf)